Wednesday, November 19, 2008

Mengupas Tuntas PornoGraFi

Pornografi Pornografi (dari bahasa Yunani πορνογραφία pornographia — secara harafiah tulisan tentang atau gambar tentang pelacur) Read the rest of this entry »

Posted by Emi Coeloen at 15:01:21 | Permalink | Comments (6)

Monday, October 27, 2008

Pengertian dan Teori Komunikasi Kelompok

PENGERTIAN KOMUNIKASI KELOMPOK

 

Michael Burgoon dan Michael Ruffner dalam bukunya Human Communicatio, A Revision of Approaching Speech/Communication, memberi batasan komunikasi kelompok sebagai interaksi tatap muka dari tiga atau lebih individu guna memperoleh maksud atau tujuan yang dikehendaki seperti berbagai informasi, pemeliharaan diri, atau pemecahan masalah sehingga semua anggota dapat menumbuhkan karakteristik pribadi anggota lainnya dengan akurat.

            Terdapat 4 elemen yang tercakup dalam definisi di atas, yaitu: interaksi tatap muka, jumlah partisipan yang terlibat dalam interaksi, maksud atau tujuan yang dikehendaki, dan kemampuan anggota untuk dapat menumbuhkan karakteristik pribadi anggota lainnya.

 

KARAKTERISTIK KOMUNIKASI KELOMPOK

 

            Ada dua karakteristik yang melekat pada suatu kelompok, yaitu norma dan peran. Norma adalah persetujuan atau perjanjian tentang bagaimana orang-orang dalam suatu kelompok berprilaku satu dengan yang lainnya. Kadang-kadang norma yang disebut oleh para sosiolog dengan nama “hukum” (law) ataupun “aturan” (rule), yaitu prilaku-prilaku apa saja yang pantas dan tidak pantas untuk dilakukan untuk suatu kelompok.

            Jika norma diberi batasan sebagai ukuran kelompok yang dapat diterima, maka peran (role) merupakan pola-pola prilaku yang diharapkan dari setiap anggota kelompok. Ada dua fungsi peran dalam suatu kelompok, yaitu fungsi tugas dan fungsi pemeliharaan.

 

KOMUNIKASI DALAM KELOMPOK

 

            Ronald B. Adler dan George Rodnan dalam bukunya Understanding Human Communication membagi kelompok dalam tiga tipe, yaitu: kelompok belajar (learning group), kelompok pertumbuhan (growth group), dan kelompok pemecahan masalah (problem-solving group).

  • Kelompok Belajar (learning group)

Salah satu ciri yang menonjol dari learning group ini adalah adanya pertukaran komunkasi dua arah. Artinya, setiap anggota kelompok belajar adalah kontributor atau penyumbang dan penerima pengetahuan.

 

  • Kelompok Pertumbuhan (growth group)

Karakteristik yang terlihat dalam tipe kelompok ini adalah tidak mempunyai tujuan kolektif yang nyata, dalam arti bahwa seluruh tujuan kelompok diarahkan kepada usaha untuk membantu para anggotanya. Mengidentifikasi dan mengarahkan mereka untuk peduli dengan persoalan pribadi yang mereka hadapi.

 

  • Kelompok Pemecahan Masalah (problem solving group)

Problem solving group dalam operasionalisasinya melibatkan dua aktivitas penting.

Pertama, pengumpulan informasi (gathering information): bagaimana suatu kelompok sebelumnya membuat keputusan, berusaha mengumpulkan informasi yang penting dan berguna untuk landasan pengambilan keputusan tersebut. Kedua, pembuatan keputusan atau kebijakan itu sendiri yang berdasarkan pada hasil pengumpulan informasi.

 

TEORI DALAM KOMUNIKASI KELOMPOK

 

Ada dua aliran besar didalam melihat teori komunikasi kelompok (Liitlejohn, 1999:284-294):
1. The input – process – output model

Input = sesuatu yang mempengaruhi kelompok,

Proses = sesuatu yang terjadi dalam kelompok,

Output = sesuatu yang dihasilkan kelompok.

2. The structurational perspective

Ada tiga teori komunikasi kelompok yang diperkenalkan dalam aliran input-process output model :

a.A general organizing model

Menekankan pada bagaimana kelompok memiliki energi yang digunakan untuk aktivitas pengambilan keputusan.

b. The functional tradition

Menekankan pada kualitas komunikasi kelompok, membahas kesalahankesalahan yang dibuat oleh kelompok pada waktu pengambilan keputusan..

c. The interactioanl tradition

Menekankan pada aspek komunikasi yang terjadi di dalam kelompok. Bahwa output kelompok sangat ditentukan oleh interaksi yang terjadi di dalam kelompok. Kelompok kecil melaksanakan kegiatannya dengan berbagai format. Format yang paling populer adalah panel discussion, seminar, simposium, dan simposium-forum. Panel Discussion.
Dalam format panel atau meja bundar, anggota kelompok mengatur diri mereka sendiri dalam pola melingkar atau semi-melingkar. ereka berbagi informasi atau memecahkan permasalahan tanpa pengaturan siapa dan kapan mereka berbicara. Anggota akan memberikan kontribusinya jika mereka sendiri merasakan merasakan layak itu.

 

TEORI KONFLIK

 

Berikut gambaran mengenai asumsi-asumsi utama teori konflik adalah

a.       Setiap masyarakat tunduk pada proses perubahan; perubahan ada dimana-mana;

b.      Disensus dan konflik terdapat dimana-mana

c.       Setiap unsur  masyarakat memberikan sumbangan pada disintegrasi dan perubahan masyarakat

d.      Setiap masyarakat didasarkan pada paksaan beberapa orang anggota terhadap anggota lain (Dahrendorf, 1976:162)

Tokoh Awal : Karl Marx

Dalam kerangka teori Marx cara produksi yang terdapat dalam masyarakat merupakan factor yang menentukan struktur masyarakat tertentu. Pandangan ini dituangkan dalam konsepnya mengenai struktur infa dan struktur supra. Menurut pandangan marx struktur supra selalu ditentukan oleh struktur infra.

Alienansi. Konsep penting lain yang dikembangkan marx ialah konsep alienasi. Marx melihat bahwa sejarah manusia memperlihatkan peningkatan penguasaan manusia terhadap alam serta peningkatan alienansi manusia.

Tokoh Awal : Max Weber

Karya Weber sering dikaitkan dengan teori sosiologi yang berbeda. Uraian webber mengenai tindakan sosial sebagai pokok perhatian sosiologi dijadikan dasar bagi pengembangan teori interaksionalisme simbolik (Turner,1978) Weber pun dianggap sebagai tokoh yang memberi sumbangan terhadap fungsionalisme awal (Turner,1978) namun webber dianggap pula sebagai penganut teori konflik (Collins,1968)

Tokoh Modern : Ralf  Dahrendorf

Dalam tulisan mengenai kelas dan konflik kelas dalam masyarakat industri, Ralf Dahrondorf (1976) menolak beberapa diantara pandangan Marx. Ia mengamati bahwa, berebeda dengan pandangan Marx, perubahan sosial tidak hanya datang dari dalam tetapi dapat juga dari luar masyarakat; bahwa perubahan dari dalam masyarakat tidak selalu disebabkan konflik sosial; dan bahwa di samping konflik kelas terdapat pula konflik sosial yang berbentuk lain. Ia pun mengamati bahwa konflik tidak selalu menghasilkan revolusi, dan bahwa perubahan sosial dapat mengamati bahwa konflik tidak selalu menghasilkam revolusi revolusi, dan bahwa perubahan sosial dapat terjadi tanpa revolusi. Selanjutnya, Dahrendorf melihat pula bahwa kelas-kelas sosial tidak selalu terlibat didalam konflik. Akhirnya Dahrendoft mencatat bahwa kekuasaan politik selalu mengikuti kekuasaan di bidang Industri.

Menurut Teori konflik versi Dahrendorf masyarakat terdiri atas organisasi-organisasi yang didasarkan pada kekuasaan (dominasi satu pihak atas pihak lain atas dasar paksaan) atau wewenang (dominasi diterima dan diakui oleh pihak yang didominasi). Karena kepentingan kedua pihak dalam asosiasi-asosiasi tersebut berbeda—pihak penguasa berkepentingan untuk memperoleh kekuasaan—maka dalam asosiasi-asosiasi akan terjadi polarisasi dan konflik antara dua kelompo. Keberhasilan kelompok yang dikusai untuk merebut kekuasaan dlam asosiasi akan menghasilkan perubahan sosial. Dengan demikian konflik, menurut Dahrendorf, merupakan sumber terjadinya perubahan sosial (Dahrendorf,1976).

 

Posted by Emi Coeloen at 10:53:59 | Permalink | Comments (1) »

Saturday, October 11, 2008

Dasar-dasar Kuliah koe…!!!!

Definisi Komunikasi

Pucing nih mikirin kuliah teyussss… moga berguna bagi para pencari ilmu komunikasi

Kata atau istilah “komunikasi” (Bahasa Inggris “communication”) berasal dari Bahasa Latin “communicatus” yang berarti “berbagi” atau “menjadi milik bersama”.Dengan demikian,  kata komunikasi menurut kamus bahasa mengacu pada suatu upaya yang bertujuan untuk mencapai kebersamaan.Menurut  Webster New Collogiate Dictionary  dijelaskan bahwa komunikasi adalah “suatu proses pertukaran informasi di antara individu melalui sistem lambang-lambang, tanda-tanda atau tingkah laku”.  Berikut ini adalah bebarapa definsi tentang ilmu komunikasi yang dikemukakan oleh para ahli sebagai berikut :Hovland, Janis & Kelley Komunikasi adalah suatu proses melalui mana seseorang (komunikator) menyampaikan stimulus (biasanya dalam bentuk kata-kata) dengan tujuan mengubah atau membentuk perilaku orang-orang lainnya (khalayak.Berelson & Steiner Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi, gagasan, emosi, keahlian, dan lain-lain melalui penggunaan simbol-simbol seperti kata-kata, gambar, angka-angka, dan lain-lain.

Harold Lasswell Komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses yang menjelaskan “siapa”  “mengatakan “apa”  “dengan saluran apa”, “kepada siapa” , dan “dengan akibat apa”  atau “hasil apa”.(who says what in which channel to whom and with what effect).

Barnlund Komunikasi timbul didorong oleh kebutuhan-kebutuhan untuk mengurangi rasa ketidakpastian, bertindak secara efektif, mempertahankan atau memperkuat ego.

Weaver Komunikasi adalah seluruh prosedur melalui mana pikiran seseorang dapat mempengaruhi pikiran orang lainnya.

Gode Komunikasi adalah suatu proses yang membuat sesuatu dari semula yang dimiliki oleh seseorang (monopoli seseorang) menjadi dimiliki oleh dua orang atau lebih.

Dari berbagai definisi tentang ilmu  komunikasi tersebut di atas, terlihat bahwa para ahli memberikan definisinya sesuai dengan sudut pandangnya dalamelihat komunikasi. Masing-masing memberikan penekanan arti, ruang lingkup, dan konteks yang berbeda.Hal ini menunjukkan bahwa, ilmu komunikasi sebagai bagian dari ilmu sosial adalah suatu ilmu yang bersifat multi-disipliner. Definisi Hovland Cs, memberikan penekanan bahwa tujuan komunikasi adalah mengubah atau membentuk perilaku.Definisi Berelson dan Steiner, menekankan bahwa komunikasi adalah proses penyampaian, yaitu penyampaian informasi, gagasan, emosi, keahlian, dan lain-lain.Definisi Lasswell, secara eksplisit dan kronologis menjelaskan tentang
lima komponen yang terlibat dalam komunikasi, yaitu :
-    siapa (pelaku komunikasi pertama yang mempunyai inisiatif atau sumber.-     mengatakan apa ( isi informasi yang disampaikan)

-     kepada siapa (pelaku komunikasi lainnya yang dijadikan sasaran penerima)

-     melalui saluran apa (alat/saluran penyampaian informasi)

-     dengan akibat/hasil apa (hasil yang terjadi –pada diri penerima)

Definisi Lasswell ini juga menunjukkan bahwa komunikasi itu adalah suatu upaya yang disengaja serta mempunyai tujuan. Definisi Gode, memberi penekanan pada proses penularanpemilikan, yaitu dari yang semula (sebelum komunikasi) hanya dimiliki oleh satu orang kemudian setelah komunikasi menjadi dimiliki oleh dua orang atau lebih.Definisi Barnlund, menekankan pada tujuan komunikasi, yaitu untuk mengurangi ketidakpastian, sebagai dasar bertindak efektif, dan untuk mempertahankan atau memperkuat ego.

Berdasarkan definisi-definisi tentang komunikasi tersebut di atas, dapat diperoleh gambaran bahwa komunikasi mempunyai beberapa karakteristik sebagai berikut

Komunikasi adalah suatu proses Komunikasi sebagai suatu proses artinya bahwa komunikasi merupakan serangkaian tindakan atau peristiwa yang terjadi secara berurutan (ada tahapan atau sekuensi) serta berkaitan satu sama lainnya dalam kurun waktu tertentu.

Komunikasi adalah suatu upaya yang disengaja serta mempunyai tujuan. Komunikasi adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara  sadar, disengaja, serta sesuai dengan tujuan atau keinginan dari pelakunya.

Komunikasi menuntut adanya partisipasi dan kerja sama dari para pelaku yang terlibat kegiatan komunikasi akan berlangsung baik apabila pihak-pihak yang berkomunikasi  (dua orang atau lebih) sama-sama ikut terlibat dan sama-sama mempunyai perhatian yang samaterhadap topik pesan yang disampaikan.

Komunikasi bersifat simbolis Komunikasi pada dasarnya merupakan tindakan yang dilakukan dengan menggunakan lambang-lambang. Lambang yang paling umum digunakan dalam komunikasi antar manusia adalah bahasaverbal dalam bentuk kata-kata, kalimat, angka-angka atau tanda-tanda lainnya.

Komunikasi bersifat transaksional Komunikasi pada dasarnya menuntut dua tindakan, yaitu memberi dan menerima. Dua tindakan tersebut tentunya perlu dilakukan secara seimbang atau porsional.

Komunikasi menembus faktor ruang dan waktu Maksudnya adalah bahwa para peserta atau pelaku yang terlibat dalam komunikasi tidak harus hadir pada waktu serta tempat yang sama. Dengan adanya berbagai produk teknologi komunikasi seperti telepon, internet, faximili, dan lain-lain, faktor ruang dan waktu tidak lagi menjadi masalah dalam berkomunikasi.

Tingkatan Proses Komunikasi

Menurut Denis McQuail, secara umum kegiatan/proses komunikasi dalam masyarakat berlangsung dalam 6 tingkatan sebagai berikut :

Komunikasi intra-pribadi (intrapersonal communication Yakni proses komunikasi yang terjadi dalam diri seseorang, berupa pengolahan informasi melalui pancaindra dan sistem syaraf.Contoh : berpikir, merenung, menggambar, menulis sesuatu, dll.

Komunikasi antar-pribadi Yakni kegiatan komunikasi yang dilakukan secara langsung antara seseorang dengan orang lainnya.Misalnya percakapan tatap muka, korespondensi, percakapan melalui telepon, dsbnya.

Komunikasi dalam kelompok Yakni kegiatan komunikasi yang berlangsung di antara suatu kelompok. Pada tingkatan ini, setiap individu yang terlibat masing-masing berkomunikasi sesuai dengan peran dan kedudukannya dalam kelompok. Pesan atau informasi yang disampaikan juga menyangkut kepentingan seluruh anggota kelompok, bukan bersifat pribadi.Misalnya, ngobrol-ngobrol antara ayah, ibu, dan anak dalam keluarga, diskusi guru dan murid di kelas tentang topik bahasan, dsbnya.

Komunikasi antar-kelompok/asosiasi Yakni kegiatan komunikasi yang berlangsung antara suatu kelompok dengan kelompok lainnya. Jumlah pelaku yang terlibat boleh jadi hanya dua atau beberapa orang, tetapi masing-masing membawa peran dan kedudukannya sebagai wakil dari kelompok/asosiasinya masing-masing.

Komunikasi Organisasi Komunikasi organisasi mencakup kegiatan komunikasi dalam suatu organisasi dan komunikasi antar organisasi.Bedanya dengan komunikasi kelompok adalah bahwa sifat organisasi organisasi lebih formal dan lebih mengutamakan prinsip-prinsip efisiensi dalam melakukan kegiatan komunikasinya.

Komunikasi  dengan masyarakat secara luas Pada tingkatan ini kegiatan komunikasi ditujukan kepada masyarakat luas. Bentuk kegiatan komunikasinya dapat dilakukan melalui dua cara :Komunikasi massa Yaitu komunikasi melalui media massa seperti radio, surat kabar,  TV, dsbnya.Langsung atau tanpa melalui media massa Misalnya ceramah, atau pidato di lapangan terbuka.

Perlu diketahui bahwa topik tentang Komunikasi adalah salah satu perbincangan yang sering diperdebatkan definisinya oleh tidak hanya kaum awam melainkan juga oleh para Ilmuwan

 

Berbicara tentang definisi, ada banyak sekali definisi. Bahkan menurut catatan Frank Dance dan Carl Larson, ada 126 definisi komunikasi yang berlainan di tahun 1976. Apalagi sekarang ? Namun dari semua itu tidak ada yang salah ataupun benar mutlak Seperti juga model atau teori, definisi harus dilihat dari kemanfaatannya untuk menjelaskan fenomena yang didefinisikan.

 

Definisi tersebut antara lain: komunikasi berasal dari bahasa Inggris communication dan berhubungan dengan bahasa latin communis, communico, communicare yang kesemuanya itu memiliki pengertian “membuat sama (to make common)”. Komunikasi menyatakan bahwa suatu pikiran, makna, atau pesan dianut secara sama. Akan tetapi definisi-definisi kontemporer menyarankan bahwa komunikasi merujuk pada cara berbagi hal-hal tersebut

 

Sedangkan menurut ensiklopedia wikipedia.org, Komunikasimemiliki pengertian sebagai “proses sistematik bertukar informasi di antara pihak-pihak, biasanya lewat system simbol”. Dan menurut Carl I. Hovland Komunikasi adalah “proses mengubah perilaku orang (Communication is the process to modify the behavior of other individuals )”.

Selanjutnya komunikasi juga berkaitan dengan komunitas (Community) atau perkumpulan Yang juga menekankan pada kebersamaan dan kesamaan. Dimana dalam sebuah komunitas tertentu tentu terbangun karena adanya kesamaan. Entah kesamaan pendapat, agama, bangsa, ataupun tujuan. Dan mereka dapat terus-menerus berjalan bersama karena adanya komunikasi di antara mereka.

 

Jadi menurut saya, secara singkat Komunikasi dapat diartikan sebagai usaha manusia untuk berbagi informasi di antara mereka.

 

Dari paparan di atas tentu sekarang kita memiliki pandangan bagaimana komunikasi itu Komunikasi merupakan suatu unsur keilmuan yang dapat dipelajari dan termasuk dalam rumpun ilmu sosial terapan. Ruang lingkupnya pun cukup luas karena komunikasi tidak hanya berkutat pada komunikasi lisan (verbal) melainkan masih ada komunikasi non verbal yang mencakup jurnalisme. Dan kesemua itu dapat kita pelajari lewat Ilmu Komunikasi

 

Bisa diartikan bahwa Ilmu Komunikasi adalah ilmu yang mempelajari berbagai aspek-aspek Komunikasi dan prakteknya. Sedangkan menurut Carl I. Hovland Ilmu Komunikasi adalah Upaya yang sistematis untuk merumuskan secara tegar asas-asas penyampaian informasi serta pembentukan pendapat dan sikap

 

Dalam prakteknya hampir tiap hari kita memerlukan Komunikasi Mulai dari berbicara kepada orang lain, mengirim SMS, mendengarkan dosen menjelaskan materi kuliah, hingga memberi makan hewan piarann merupakan beberapa contoh praktek komunikasi sehari-hari.

 

Salah satu bentuk praktek komunikasi yang sangat populer adalah pidato (public speaking). Dimana seorang pembicara/orator menyampaikan pesan-pesan yang diamanatkan kepadanya lewat lisan. Dengan diutamakan pembicaraan yang disampaikan orator tersebut harus dimengerti oleh pendengar (audience). Bagaimana caranya ? Tentunya dengan bahasa yang dimengerti oleh pendengar, yaitu bahasa setempat. Biasanya praktek public speaking dilakukan di depan khalayak ramai. Dimana seorang orator harus menyampaikan gagasannya dan mengemas sedemikinan rupa agar para pendengar mengerti dan melakukan apa yang diinginkannya (adanya perubahan sikap dan pendapat).

 

Demikianlah paparan singkat dari saya mengenai apa dan bagaimana komunikasi itu. Dan dengan mengerti definisi komunikasi kita sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi akan lebih mudah mempelajari materi-materi kuliah yang lebih lanjut. Ibaratnya pondasi awal harus kuat lebih dahulu sebelum membangun dinding, jendela, dan atap.


Literature :
www.id.wikipedia.org

Effendy, Onong Uchjana. Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek. Bandung : Remaja Rosdakarya, 1984.

Mulyana, Deddy. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung : Remaja Rosdakarya, 2000.

Posted by Emi Coeloen at 18:29:29 | Permalink | Comments (1) »