<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>Raja Coeloen</title>
	<atom:link href="http://helmi123456setiawan.blog.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://helmi123456setiawan.blog.com</link>
	<description></description>
	<pubDate>Tue, 29 Sep 2009 10:19:25 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Mengupas Tuntas PornoGraFi</title>
		<link>http://helmi123456setiawan.blog.com/2008/11/19/tugas-pertekom-dari-deny/</link>
		<comments>http://helmi123456setiawan.blog.com/2008/11/19/tugas-pertekom-dari-deny/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Nov 2008 22:01:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Emi Coeloen</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>

		<category><![CDATA[www.helmisetiawan.wordpress.com]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Pornografi Pornografi (dari bahasa Yunani πορνογραφία pornographia — secara harafiah tulisan tentang atau gambar tentang pelacur) (kadang kala juga disingkat menjadi "porn," "pr0n," atau "porno") adalah penggambaran tubuh manusia atau perilaku seksual manusia secara terbuka (eksplisit) dengan tujuan membangkitkan rangsangan seksual, mirip, namun berbeda dengan erotika, meskipun kedua istilah ini sering digunakan secara bergantian. Pornografi dapat menggunakan berbagai media — teks tertulis maupun lisan, foto-foto, ukiran, gambar, gambar bergerak (termasuk animasi), dan suara seperti misalnya suara orang yang bernapas tersengal-sengal. Film porno menggabungkan gambar yang bergerak, teks erotik yang diucapkan dan/atau suara-suara erotik lainnya, sementara majalah seringkali menggabungkan foto dan teks tertulis. Novel dan cerita pendek menyajikan teks tertulis, kadang-kadang dengan ilustrasi. Suatu pertunjukan hidup pun dapat disebut porno. Teknologi dan pornografi Tahukah anda beberapa kenyataan ini? Setiap detik, 3075,64 USD dibelanjakan untuk pornografi Setiap detik, 28258 pengguna internet melihat situs pornografi Setiap detik, 372 pengguna internet mengetikkan kata kunci yang berhubungan dengan pornografi di mesin pencari Jumlah halaman situs pornografi di dunia saat ini mencapai 420 juta Pornografi yang diedarkan secara massal sama tuanya dengan mesin cetak sendiri. Hampir bersamaan dengan penemuan fotografi, teknik ini pun digunakan untuk membuat foto-foto porno. Bahkan sebagian orang mengatakan bahwa pornografi telah menjadi kekuatan yang mendorong yang mendorong teknologi dari mesin cetak, melalui fotografi (foto dan gambar hidup) hingga video, TV satelit dan internet. Seruan-seruan untuk mengatur atau melarang teknologi-teknologi ini telah sering menyebutkan pornografi sebagai dasar keprihatinannya. Sebagian besar mini video porno itu direkam menggunakan ponsel. Yups, ponsel yang canggih selain dapat memutar rekaman video juga dapat merekam adegan. Sebagian memang kualitasnya baru asal rekam. Tetapi beberapa ponsel sudah memiliki kualitas hampir setara camcorder. Itu artinya, jika ponsel semakin canggih, dan kreatifitas aktor-aktris amatir ini semakin liar, akan semakin banyak juga kita disuguhkan tontotan yang sebelumnya tidak pernah terbayangkan bahwa hal itu dapat diproduksi di Indonesia. Dengan bintang-bintang asli Indonesia! Bahkan, dari judul-judulnya terasa dekat dengan kita. Mau butki : Bandung Lautan Asmara, Jogja Membara, ABG Pontianak, Aksi Cewek Sragen dan sejenisnya. Tapi memang kemajuan teknologi mendorong kebebasan dan membuka sekat. Tentu saja, seks sebagai sebuah wilayah penuh sekat, kini mendapat peluang untuk eksis, untuk tampil, dan ramai-ramai dinikmati. Tidak heran jika di berbagai penjual Memory Card ponsel, misalnya, kita bisa ditawari kartu memori yang sudah terisi. Sebagian adalah file berekstensi *3gp berisi koleksi video porno made in Indonesia tadi. Industri pornografi sendiri diyakini sebagai pendorong kemajuan teknologi. Penentu kemenangan standar pita video antara VHS terhadap Betamax adalah industri pornografi! Pendorong digunakannnya DVD adalah pornografi. Sukses layanan 3G di beberapa negara juga ditentukan oleh industri pornografi! Artinya, industri milyaran dolar ini bergerak dan tumbuh sejalan dengan kemajuan teknologi. Di Indonesia ketika gelombang melek teknologi melanda, juga diikuti dengan gelombang pornografi. Video: Betamax, VHS, DVD, dan format-format di masa depan Selama sejarahnya, kamera film juga telah digunakan untuk membuat pornografi, dan dengan munculnya perekam kaset video rumahan, industri film porno pun mengalami perkembangan besar-besaran dan melahirkan bintang-bintang "film dewasa" seperti Ginger Lynn, Christy Canyon, dan Traci Lords (belakangan diketahui usianya di bawah usia legal, yaitu 18 tahun, pada saat membuat sebagian besar dari film-filmnya). Orang kini dapat menonton film porno dengan leluasa dalam privasi rumahnya sendiri, ditambah dengan pilihan yang lebih banyak untuk memuaskan fantasi dan fetishnya. Ditambah dengan hadirnya kamera video yang murah, orang kini mempunyai sarana untuk membuat filmnya sendiri, untuk dinikmati sendiri atau bahkan untuk dijual dan memperoleh keuntungan. Ada yang berpendapat bahwa Sony Betamax kalah dalam perang format dari VHS (dalam menjadi sistem rekam/tonton video di rumah) karena industri video film biru memilih VHS ketimbang sistem Sony yang secara teknis lebih unggul. Upaya-upaya inovasi lainnya muncul dalam bentuk video interaktif yang memungkinkan pengguna memilih variabel-variabel seperti sudut kamera berganda, penutup berganda (mis. "Devil in the Flesh", 1999), dan isi DVD untuk komputer saja. Para produsen film erotik diramalkan akan memainkan peranan penting dalam menentukan standar DVD yang akan dating. Kelengkapan (outfit) yang besar cenderung mendukung Cakram cahaya biru yang memiliki kapasitas tinggi, sementara kelengkapan yang kecil umumnya lebih mendukung HD-DVD yang tidak begitu mahal. Menurut sebuah artikel Reuter 2004 "Industri bermilyar-milyar dolar ini menerbitkan sekitar 11.000 judul dalam bentuk DVD setiap tahunnya, memberikannya kekuatan yang sangat besar untuk mempengaruhi pertempuran antara kedua kelompok studio dan perusahaan teknologi yang saling bersaing untuk menetapkan standar untuk generasi berikutnya". Manipulasi foto dan pornografi yang dihasilkan oleh komputer Sejumlah pornografi dihasilkan melalui manipulasi digital dalam program-program editor gambar seperti Adobe Photoshop. Praktik ini dilakukan dengan membuat perubahan-perubahan kecil terhadap foto-foto untuk memperbiaki penampilan para modelnya, seperti misalnya menyingkirkan cacat pada kulit, memperbaiki cahaya dan kontras fotonya, hingga perubahan-perubahan besar dalam bentuk membuat photomorph dari makhluk-makhluk yang tidak pernah ada seperti misalnya gadis kucing atau gambar-gambar dari para selebriti yang bahkan mungkin tidak pernah memberikan persetujuannya untuk ditampilkan menjadi film porno. Manipulasi digital membutuhkan foto-foto sumber, tetapi sejumlah pornografi dihasilkan tanpa aktor manusia sama sekali. Gagasan tentang pornografi yang sepenuhnya dihasilkan oleh komputer sudah dipikirkan sejak dini sebagai salah satu daerah aplikasi yang paling jelas untuk grafik komputer dan pembuatan gambar tiga dimensi. Pembuatan gambar-gambar lewat komputer yang sangat realistik menciptakan dilema-dilema etika baru. Ketika gambar-gambar khayal tentang penyiksaan atau pemerkosaan disebarkan secara luas, para penegak hukum menghadapi kesulitan-kesulitan tambahan untuk menuntut gambar-gambar otentik yang menampilkan perbuatan kriminal, karena kemungkinan gambar-gambar itu hanyalah gambar sintetik. Keberadaan foto-foto porno palsu dari para selebriti memperlihatkan kemungkinan untuk menggunakan gambar-gambar palsu untuk melakukan pemerasan atau mempermalukan siapapun yang difoto atau difilmkan, meskipun ketika kasus-kasus itu menjadi semakin lazim, pengaruhnya kemungkinan akan berkurang. Akhirnya, generasi gambar-gambar yang sama sekali bersifat sintetik, yang tidak merekam peristiwa-peristiwa yang sesungguhnya, menantang kritik-kritik konvensional terhadap pornografi. Hingga akhir 1990-an pornografi yang dihasilkan melalui manipulasi digital belum dapat dihasilkan dengan murah. Pada awal 2000-an kegiatan ini semakin berkembang, ketika perangkat lunak untuk pembuatan model dan animasi semakin maju dan menghasilkan kemampuan-kemampuan yang semakin tinggi pada komputer. Pada tahun 2004, pornografi yang dihasilkan lewat komputer gambarnya melibatkan anak-anak dan hubungan seks dengan tokoh fiksi seperti misalnya Lara Croft sudah dihasilkan pada tingkat yang terbatas. Terbitan Playboy pada Oktober 2004 menampilkan foto-foto telanjang dada dari tokoh permainan video BloodRayne. Internet Dengan munculnya internet, pornografi pun semakin mudah didapat. Sebagian dari pengusaha wiraswasta internet yang paling berhasil adalah mereka yang mengoperasikan situs-situs porno di internet.[rujukan?] Demikian pula foto-foto konvensional ataupun video porno, sebagian situs hiburan permainan video "interaktif". Karena sifatnya internasional, internet memberikan sarana yang mudah kepada konsumen yang tinggal di negara-negara di mana keberadaan pornografi dilarang sama sekali oleh hukum, atau setidak-tidaknya mereka yang tidak perlu memperlihatkan bukti usia, dapat dengan mudah mendapatkan bahan-bahan seperti itu dari negara-negara lain di mana pornografi legal atau tidak mengakibatkan tuntutan hukum. Lihat pornografi internet. Biaya yang murah dalam penggandaan dan penyebaran data digital meningkatkan terbentuknya kalangan pribadi orang-orang yang tukar-menukar pornografi. Dengan munculnya aplikasi berbagi file peer-to-peer seperti Kazaa, tukar-menukar pornografi telah mencapai rekor yang baru. Pornografi gratis tersedia secara besar-besaran dari para pengguna lainnya dan tidak lagi terbatas pada kelompok-kelompok pribadi. Pornografi gratis dalam jumlah besar di internet juga disebarkan dengan tujuan-tujuan pemasaran, untuk menggalakkan para pelanggan yang membeli program bayaran. Sejak akhir tahun 1990-an, "porno dari masyarakat untuk masyarakat" tampaknya telah menjadi kecenderungan baru. Kamera digital yang murah, perangkat lunak yang kian berdaya dan mudah digunakan, serta akses yang mudah ke sumber-sumber bahan porno telah memungkinkan pribadi-pribadi untuk membuat dan menyebarkan bahan-bahan porno yang dibuat sendiri atau dimodifikasi dengan biaya yang sangat murah dan bahkan gratis. Di internet, pornografi kadang-kadang dirujuk seagai pr0n yaitu plesetan dari p0rn — porno yang ditulis dengan angka nol. Salah satu teori tentang asal-usul ejaan ini ialah bahwa ini adalah siasat yang digunakan untuk mengelakkan penyaring teks dalam program-program pesan pendek atau ruang obrol. Menurut Google, setiap hari terjadi 68 juta pencarian dengan menggunakan kata "porno" atau variasinya. Status hukum pornografi sangat berbeda-beda. Kebanyakan negara mengizinkan paling kurang salah satu bentuk pornografi. Di beberapa negara, pornografi ringan dianggap tidak terlalu mengganggu hingga dapat dijual di toko-toko umum atau disajikan di televisi. Sebaliknya, pornografi berat biasanya diatur ketat. Pornografi anak dianggap melanggar hukum di kebanyakan negara, dan pada umumnya negara-negara mempunyai pembatasan menyangkut pornografi yang melibatkan kekerasan atau binatang. Sebagian orang, termasuk produser pornografi Larry Flynt dan penulis Salman Rushdie, mengatakan bahwa pornografi itu penting bagi kebebasan dan bahwa suatu masyarakat yang bebas dan beradab harus dinilai dari seberapa jauh mereka bersedia menerima pornografi. Kebanyakan negara berusaha membatasi akses anak-anak di bawah umur terhadap bahan-bahan porno berat, misalnya dengan membatasi ketersediaannya hanya pada toko buku dewasa, hanya melalui pesanan lewat pos, lewat saluran-saluran televisi yang dapat dibatasi orangtua, dll. Biasanya toko-toko porno membatasi usia orang-orang yang masuk ke situ, atau kadang-kadang barang-barang yang disajikan ditutupi sebagian atau sama sekali tidak terpampang. Yang lebih lazim lagi, penyebaran pornografi kepada anak-anak di bawah umur dianggap melanggar hukum. Namun banyak dari usaha-usaha ini ternyata tidak mampu membatasi ketersediaan pornografi karena akses yang cukup terbuka terhadap pornografi internet. Menghadapi Pornografi RUU APP Undang-Undang Pornografi (sebelumnya saat masih berbentuk rancangan bernama Rancangan Undang-Undang Antipornografi dan Pornoaksi, disingkat RUU APP, dan kemudian menjadi Rancangan Undang-Undang Pornografi) adalah suatu produk hukum berbentuk undang-undang yang mengatur mengenai pornografi (dan pornoaksi pada awalnya). UU ini disahkan menjadi undang-undang dalam Sidang Paripurna DPR pada 30 Oktober 2008. Selama pembahasannya dan setelah diundangkan, UU ini maraknya mendapatkan penolakan dari masyarakat. Masyarakat Bali berniat akan membawa UU ini ke Mahkamah Konstitusi. Gubernur Bali Made Mangku Pastika bersama Ketua DPRD Bali Ida Bagus Wesnawa dengan tegas menyatakan menolak Undang-Undang Pornografi ini. Ketua DPRD Papua Barat Jimmya Demianus Ijie mendesak Pemerintah untuk membatalkan Undang-Undang Pornografi yang telah disahkan dalam rapat paripurna DPRdan mengancam Papua Barat akan memisahkan diri dari Indonesia. Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya menolak pengesahan dan pemberlakuan UU Pornografi. Pengesahan UU Pornografi adalah kodifikasi yang tidak akurat atas upaya perlindungan dari praktek pornografi di dalam masyarakat. ELSAM memandang bahwa kodifikasi ini mengandung 2 hal: 1. Merupakan upaya penyeragaman nilai dan cara dalam melindungi masyarakat dari pornografi, yang artinya tidak mengakui atau merendahkan otoritas kebudayaan masyarakat dalam memberikan perlindungan bagi warganya dari pornografi. 2. Memberikan beban tambahan bagi aparatus penegak hukum untuk mengawasi praktek kehidupan sosial masyarakat yang beranekaragam dan multi tafsir. Dengan mengingat : 1. Pasal 1 UU Pornografi mengenai definisi pornografi terlalu luas sehingga dapat menimbulkan multi penafsiran dan mengundang kontroversi. 2. Pasal 14, bahwa seni, budaya, adat istiadat dan ritual tradisional dikecualikan dari tindakan pornografi. Sedangkan dalam kenyataan semua praktek tersebut adalah bagian yang tak terpisahkan dari keseharian hidup masyarakat di seluruh Indonesia. 3. Pasal 21-23 tentang peran serta masyarakat tidak dirumuskan secara akurat, sehingga efektifitasnya sangat lemah dan dapat memicu konflik di antara masyarakat dalam melakukan penafsiran atas pornografi. Oleh karena itu, ELSAM selaku organisasi yang memperjuangkan Hak Asasi Manusia menyatakan: 1. Menyesalkan telah dibuatnya UU Pornografi yang gagal memberikan jawaban bagi persoalan pornografi. 2. Menyesalkan lembaga perwakilan rakyat (DPR) yang mengabaikan prinsip dasar pembuatan UU, yaitu: efektifitas 3. Menyesalkan pembuatan UU Pornografi yang bertentangan dengan prinsip dasar Hak Asasi Manusia sebagaimana tertuang dalam konstitusi kita UUD1945 maupun UU No.39/ 1999 tentang Hak Asasi Manusia. 4. Menyesalkan pembuatan UU Pornografi yang mengancam kebebasan dasar manusia sebagaimana yang dihormati oleh bangsa-bangsa di dunia. Teknologi Pencegah Penyebaran Pornografi Pornografi internet bisa diakses semua orang, bahkan juga anak-anak yang belum pantas melihatnya. Untuk mengantisipasinya, sebuah teknik yang bisa memperkirakan usia seseorang secara otomatis sedang dikembangkan di Australia. Nantinya, teknologi ini bisa dipakai untuk mencegah bocah yang belum cukup umur mengakses pornografi internet. Teknologi yang dibesut para ilmuwan di Deakin University, Melbourne, ini bisa dengan cepat memperkirakan umur seseorang dengan mengamati ekspresi wajah melalui ilmu matematik yang kompleks. "Dengan percobaan pada lebih dari 2000 wajah, metode ini terbukti lebih baik daripada metode lainnya," klaim Profesor Kate Smith, salah satu penelitinya seperti dikutip detikINET dari News.com, Kamis (24/1/2008). Disebutkan, teknik yang dinamakan 'AGES" ini berbasis ilmu algoritma matematika yang rumit. Para peneliti menyatakan, teknologi ini nantinya bisa dibenamkan pada software untuk melacak usia seseorang secara tepat. Karena masih dalam tahap pengembangan, teknologi 'AGES" ini tentu saja masih belum sempurna. Masih menurut Profesor Smith, memperkirakan umur dengan mengamati karakteristik wajah bukanlah hal yang mudah. Google Prihatin dengan maraknya pornografi atas anak-anak di bawah umur, Google sebagai raksasa mesin pencari situs internet berusaha membantu National Center for Missing &#38; Exploited Children (NCMEC) dalam memerangi pornografi anak ini. Google menggunakan teknologi pengenalan gambar yang semula dipakainya untuk mendeteksi pelanggaran hak cipta pada situs YouTubenya untuk membantu NCMEC. Shumeet Baluja bersama beberapa ilmuwan Google lain mengerjakan tugas ini di luar tugas mereka sehari-hari selama hampir satu tahun sebelum akhirnya berhasil membuat piranti lunak pengenal gambar ini. Sebelumnya, NCMEC harus meneliti 13 juta lebih gambar dan video pornografi anak secara manual untuk dapat mengidentifikasikan anak-anak korban pornografi ini. Dengan teknologi yang disebut video fingerprinting technology ini tugas meneliti jutaan video dan gambar itu jadi lebih ringan. Teknologi yang ditawakan Google ini bekerja dengan cara mengorganisir dan membuat indeks dari video dan gambar yang ada dalam database NCMEC agar lebih mudah dalam pencarian selanjutnya. Piranti lunak ini juga memiliki kemampuan untuk menganalisa pola yang sama dalam beberapa gambar dan video. Pola ini bisa berupa apa saja mulai tato sampai gambar yang ada di dinding lalu dengan bekal pola ini, piranti lunak Google bisa mencocokkannya dengan jutaan gambar atau video yang ada dalam database NCMEC. NCMEC sejak dibentuk tahun 1984 berhasil membantu pihak berwajib dalam menangani 140.900 kasus anak hilang dan berhasil menyelamatkan 124.500 anak sebelum menjadi korban pornografi. Dengan adanya internet, para 'pemangsa' anak-anak ini memiliki media baru untuk menyebarkan 'pekerjaan' mereka. Harian USA Today pernah melaporkan bahwa di Amerika Serikat saja ada sekitar 624 ribu komputer yang memperdagangkan material berisi pornografi anak di bawah umur selama kurun waktu 2 tahun belakangan. Dengan teknologi yang disumbangkan Google ini, NCMEC yakin mereka akan sanggup memerangi perbuatan asusila ini. Daftar Pustaka http://www.prakarsa-rakyat.org http://teknologipendidikan.com http://salam.ui.edu www.wikipedia.org http://www.romisatriawahono.net
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align: justify">Pornografi Pornografi (dari bahasa Yunani πορνογραφία pornographia — secara harafiah tulisan tentang atau gambar tentang pelacur)<span id="more-4155799"></span><!--more--> (kadang kala juga disingkat menjadi &#8220;porn,&#8221; &#8220;pr0n,&#8221; atau &#8220;porno&#8221;) adalah penggambaran tubuh manusia atau perilaku seksual manusia secara terbuka (eksplisit) dengan tujuan membangkitkan rangsangan seksual, mirip, namun berbeda dengan erotika, meskipun kedua istilah ini sering digunakan secara bergantian. Pornografi dapat menggunakan berbagai media — teks tertulis maupun lisan, foto-foto, ukiran, gambar, gambar bergerak (termasuk animasi), dan suara seperti misalnya suara orang yang bernapas tersengal-sengal. Film porno menggabungkan gambar yang bergerak, teks erotik yang diucapkan dan/atau suara-suara erotik lainnya, sementara majalah seringkali menggabungkan foto dan teks tertulis. Novel dan cerita pendek menyajikan teks tertulis, kadang-kadang dengan ilustrasi. Suatu pertunjukan hidup pun dapat disebut porno. Teknologi dan pornografi.</div>
<div style="text-align: justify">Tahukah anda beberapa kenyataan ini? Setiap detik, 3075,64 USD dibelanjakan untuk pornografi Setiap detik, 28258 pengguna internet melihat situs pornografi Setiap detik, 372 pengguna internet mengetikkan kata kunci yang berhubungan dengan pornografi di mesin pencari Jumlah halaman situs pornografi di dunia saat ini mencapai 420 juta Pornografi yang diedarkan secara massal sama tuanya dengan mesin cetak sendiri. Hampir bersamaan dengan penemuan fotografi, teknik ini pun digunakan untuk membuat foto-foto porno. Bahkan sebagian orang mengatakan bahwa pornografi telah menjadi kekuatan yang mendorong yang mendorong teknologi dari mesin cetak, melalui fotografi (foto dan gambar hidup) hingga video, TV satelit dan internet. Seruan-seruan untuk mengatur atau melarang teknologi-teknologi ini telah sering menyebutkan pornografi sebagai dasar keprihatinannya. Sebagian besar mini video porno itu direkam menggunakan ponsel. Yups, ponsel yang canggih selain dapat memutar rekaman video juga dapat merekam adegan. Sebagian memang kualitasnya baru asal rekam.</div>
<div style="text-align: justify">Tetapi beberapa ponsel sudah memiliki kualitas hampir setara camcorder. Itu artinya, jika ponsel semakin canggih, dan kreatifitas aktor-aktris amatir ini semakin liar, akan semakin banyak juga kita disuguhkan tontotan yang sebelumnya tidak pernah terbayangkan bahwa hal itu dapat diproduksi di Indonesia. Dengan bintang-bintang asli Indonesia! Bahkan, dari judul-judulnya terasa dekat dengan kita. Mau butki : Bandung Lautan Asmara, Jogja Membara, ABG Pontianak, Aksi Cewek Sragen dan sejenisnya. Tapi memang kemajuan teknologi mendorong kebebasan dan membuka sekat. Tentu saja, seks sebagai sebuah wilayah penuh sekat, kini mendapat peluang untuk eksis, untuk tampil, dan ramai-ramai dinikmati. Tidak heran jika di berbagai penjual Memory Card ponsel, misalnya, kita bisa ditawari kartu memori yang sudah terisi. Sebagian adalah file berekstensi *3gp berisi koleksi video porno made in Indonesia tadi. Industri pornografi sendiri diyakini sebagai pendorong kemajuan teknologi. Penentu kemenangan standar pita video antara VHS terhadap Betamax adalah industri pornografi! Pendorong digunakannnya DVD adalah pornografi. Sukses layanan 3G di beberapa negara juga ditentukan oleh industri pornografi! Artinya, industri milyaran dolar ini bergerak dan tumbuh sejalan dengan kemajuan teknologi. Di Indonesia ketika gelombang melek teknologi melanda, juga diikuti dengan gelombang pornografi. Video: Betamax, VHS, DVD, dan format-format di masa depan Selama sejarahnya, kamera film juga telah digunakan untuk membuat pornografi, dan dengan munculnya perekam kaset video rumahan, industri film porno pun mengalami perkembangan besar-besaran dan melahirkan bintang-bintang &#8220;film dewasa&#8221; seperti Ginger Lynn, Christy Canyon, dan Traci Lords (belakangan diketahui usianya di bawah usia legal, yaitu 18 tahun, pada saat membuat sebagian besar dari film-filmnya). Orang kini dapat menonton film porno dengan leluasa dalam privasi rumahnya sendiri, ditambah dengan pilihan yang lebih banyak untuk memuaskan fantasi dan fetishnya. Ditambah dengan hadirnya kamera video yang murah, orang kini mempunyai sarana untuk membuat filmnya sendiri, untuk dinikmati sendiri atau bahkan untuk dijual dan memperoleh keuntungan. Ada yang berpendapat bahwa Sony Betamax kalah dalam perang format dari VHS (dalam menjadi sistem rekam/tonton video di rumah) karena industri video film biru memilih VHS ketimbang sistem Sony yang secara teknis lebih unggul. Upaya-upaya inovasi lainnya muncul dalam bentuk video interaktif yang memungkinkan pengguna memilih variabel-variabel seperti sudut kamera berganda, penutup berganda (mis. &#8220;Devil in the Flesh&#8221;, 1999), dan isi DVD untuk komputer saja. Para produsen film erotik diramalkan akan memainkan peranan penting dalam menentukan standar DVD yang akan dating. Kelengkapan (outfit) yang besar cenderung mendukung Cakram cahaya biru yang memiliki kapasitas tinggi, sementara kelengkapan yang kecil umumnya lebih mendukung HD-DVD yang tidak begitu mahal. Menurut sebuah artikel Reuter 2004 &#8220;Industri bermilyar-milyar dolar ini menerbitkan sekitar 11.000 judul dalam bentuk DVD setiap tahunnya, memberikannya kekuatan yang sangat besar untuk mempengaruhi pertempuran antara kedua kelompok studio dan perusahaan teknologi yang saling bersaing untuk menetapkan standar untuk generasi berikutnya&#8221;. Manipulasi foto dan pornografi yang dihasilkan oleh komputer Sejumlah pornografi dihasilkan melalui manipulasi digital dalam program-program editor gambar seperti Adobe Photoshop.</div>
<div style="text-align: justify">Praktik ini dilakukan dengan membuat perubahan-perubahan kecil terhadap foto-foto untuk memperbiaki penampilan para modelnya, seperti misalnya menyingkirkan cacat pada kulit, memperbaiki cahaya dan kontras fotonya, hingga perubahan-perubahan besar dalam bentuk membuat photomorph dari makhluk-makhluk yang tidak pernah ada seperti misalnya gadis kucing atau gambar-gambar dari para selebriti yang bahkan mungkin tidak pernah memberikan persetujuannya untuk ditampilkan menjadi film porno. Manipulasi digital membutuhkan foto-foto sumber, tetapi sejumlah pornografi dihasilkan tanpa aktor manusia sama sekali. Gagasan tentang pornografi yang sepenuhnya dihasilkan oleh komputer sudah dipikirkan sejak dini sebagai salah satu daerah aplikasi yang paling jelas untuk grafik komputer dan pembuatan gambar tiga dimensi. Pembuatan gambar-gambar lewat komputer yang sangat realistik menciptakan dilema-dilema etika baru. Ketika gambar-gambar khayal tentang penyiksaan atau pemerkosaan disebarkan secara luas, para penegak hukum menghadapi kesulitan-kesulitan tambahan untuk menuntut gambar-gambar otentik yang menampilkan perbuatan kriminal, karena kemungkinan gambar-gambar itu hanyalah gambar sintetik. Keberadaan foto-foto porno palsu dari para selebriti memperlihatkan kemungkinan untuk menggunakan gambar-gambar palsu untuk melakukan pemerasan atau mempermalukan siapapun yang difoto atau difilmkan, meskipun ketika kasus-kasus itu menjadi semakin lazim, pengaruhnya kemungkinan akan berkurang. Akhirnya, generasi gambar-gambar yang sama sekali bersifat sintetik, yang tidak merekam peristiwa-peristiwa yang sesungguhnya, menantang kritik-kritik konvensional terhadap pornografi. Hingga akhir 1990-an pornografi yang dihasilkan melalui manipulasi digital belum dapat dihasilkan dengan murah. Pada awal 2000-an kegiatan ini semakin berkembang, ketika perangkat lunak untuk pembuatan model dan animasi semakin maju dan menghasilkan kemampuan-kemampuan yang semakin tinggi pada komputer. Pada tahun 2004, pornografi yang dihasilkan lewat komputer gambarnya melibatkan anak-anak dan hubungan seks dengan tokoh fiksi seperti misalnya Lara Croft sudah dihasilkan pada tingkat yang terbatas. Terbitan Playboy pada Oktober 2004 menampilkan foto-foto telanjang dada dari tokoh permainan video BloodRayne. Internet Dengan munculnya internet, pornografi pun semakin mudah didapat. Sebagian dari pengusaha wiraswasta internet yang paling berhasil adalah mereka yang mengoperasikan situs-situs porno di internet.[rujukan?] Demikian pula foto-foto konvensional ataupun video porno, sebagian situs hiburan permainan video &#8220;interaktif&#8221;. Karena sifatnya internasional, internet memberikan sarana yang mudah kepada konsumen yang tinggal di negara-negara di mana keberadaan pornografi dilarang sama sekali oleh hukum, atau setidak-tidaknya mereka yang tidak perlu memperlihatkan bukti usia, dapat dengan mudah mendapatkan bahan-bahan seperti itu dari negara-negara lain di mana pornografi legal atau tidak mengakibatkan tuntutan hukum. Lihat pornografi internet. Biaya yang murah dalam penggandaan dan penyebaran data digital meningkatkan terbentuknya kalangan pribadi orang-orang yang tukar-menukar pornografi. Dengan munculnya aplikasi berbagi file peer-to-peer seperti Kazaa, tukar-menukar pornografi telah mencapai rekor yang baru. Pornografi gratis tersedia secara besar-besaran dari para pengguna lainnya dan tidak lagi terbatas pada kelompok-kelompok pribadi.</div>
<div style="text-align: justify">Pornografi gratis dalam jumlah besar di internet juga disebarkan dengan tujuan-tujuan pemasaran, untuk menggalakkan para pelanggan yang membeli program bayaran. Sejak akhir tahun 1990-an, &#8220;porno dari masyarakat untuk masyarakat&#8221; tampaknya telah menjadi kecenderungan baru. Kamera digital yang murah, perangkat lunak yang kian berdaya dan mudah digunakan, serta akses yang mudah ke sumber-sumber bahan porno telah memungkinkan pribadi-pribadi untuk membuat dan menyebarkan bahan-bahan porno yang dibuat sendiri atau dimodifikasi dengan biaya yang sangat murah dan bahkan gratis. Di internet, pornografi kadang-kadang dirujuk seagai pr0n yaitu plesetan dari p0rn — porno yang ditulis dengan angka nol. Salah satu teori tentang asal-usul ejaan ini ialah bahwa ini adalah siasat yang digunakan untuk mengelakkan penyaring teks dalam program-program pesan pendek atau ruang obrol. Menurut Google, setiap hari terjadi 68 juta pencarian dengan menggunakan kata &#8220;porno&#8221; atau variasinya.</div>
<div style="text-align: justify">Status hukum pornografi sangat berbeda-beda. Kebanyakan negara mengizinkan paling kurang salah satu bentuk pornografi. Di beberapa negara, pornografi ringan dianggap tidak terlalu mengganggu hingga dapat dijual di toko-toko umum atau disajikan di televisi. Sebaliknya, pornografi berat biasanya diatur ketat. Pornografi anak dianggap melanggar hukum di kebanyakan negara, dan pada umumnya negara-negara mempunyai pembatasan menyangkut pornografi yang melibatkan kekerasan atau binatang. Sebagian orang, termasuk produser pornografi Larry Flynt dan penulis Salman Rushdie, mengatakan bahwa pornografi itu penting bagi kebebasan dan bahwa suatu masyarakat yang bebas dan beradab harus dinilai dari seberapa jauh mereka bersedia menerima pornografi. Kebanyakan negara berusaha membatasi akses anak-anak di bawah umur terhadap bahan-bahan porno berat, misalnya dengan membatasi ketersediaannya hanya pada toko buku dewasa, hanya melalui pesanan lewat pos, lewat saluran-saluran televisi yang dapat dibatasi orangtua, dll. Biasanya toko-toko porno membatasi usia orang-orang yang masuk ke situ, atau kadang-kadang barang-barang yang disajikan ditutupi sebagian atau sama sekali tidak terpampang. Yang lebih lazim lagi, penyebaran pornografi kepada anak-anak di bawah umur dianggap melanggar hukum. Namun banyak dari usaha-usaha ini ternyata tidak mampu membatasi ketersediaan pornografi karena akses yang cukup terbuka terhadap pornografi internet. Menghadapi Pornografi RUU APP Undang-Undang Pornografi (sebelumnya saat masih berbentuk rancangan bernama Rancangan Undang-Undang Antipornografi dan Pornoaksi, disingkat RUU APP, dan kemudian menjadi Rancangan Undang-Undang Pornografi) adalah suatu produk hukum berbentuk undang-undang yang mengatur mengenai pornografi (dan pornoaksi pada awalnya).</div>
<div style="text-align: justify">UU ini disahkan menjadi undang-undang dalam Sidang Paripurna DPR pada 30 Oktober 2008. Selama pembahasannya dan setelah diundangkan, UU ini maraknya mendapatkan penolakan dari masyarakat. Masyarakat Bali berniat akan membawa UU ini ke Mahkamah Konstitusi. Gubernur Bali Made Mangku Pastika bersama Ketua DPRD Bali Ida Bagus Wesnawa dengan tegas menyatakan menolak Undang-Undang Pornografi ini. Ketua DPRD Papua Barat Jimmya Demianus Ijie mendesak Pemerintah untuk membatalkan Undang-Undang Pornografi yang telah disahkan dalam rapat paripurna DPRdan mengancam Papua Barat akan memisahkan diri dari Indonesia. Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya menolak pengesahan dan pemberlakuan UU Pornografi. Pengesahan UU Pornografi adalah kodifikasi yang tidak akurat atas upaya perlindungan dari praktek pornografi di dalam masyarakat.</div>
<div style="text-align: justify">ELSAM memandang bahwa kodifikasi ini mengandung 2 hal:</div>
<div style="text-align: justify">1. Merupakan upaya penyeragaman nilai dan cara dalam melindungi masyarakat dari pornografi, yang artinya tidak mengakui atau merendahkan otoritas kebudayaan masyarakat dalam memberikan perlindungan bagi warganya dari pornografi.</div>
<div style="text-align: justify">2. Memberikan beban tambahan bagi aparatus penegak hukum untuk mengawasi praktek kehidupan sosial masyarakat yang beranekaragam dan multi tafsir. Dengan mengingat :</div>
<div style="text-align: justify">1. Pasal 1 UU Pornografi mengenai definisi pornografi terlalu luas sehingga dapat menimbulkan multi penafsiran dan mengundang kontroversi.</div>
<div style="text-align: justify">2. Pasal 14, bahwa seni, budaya, adat istiadat dan ritual tradisional dikecualikan dari tindakan pornografi. Sedangkan dalam kenyataan semua praktek tersebut adalah bagian yang tak terpisahkan dari keseharian hidup masyarakat di seluruh Indonesia.</div>
<div style="text-align: justify">3. Pasal 21-23 tentang peran serta masyarakat tidak dirumuskan secara akurat, sehingga efektifitasnya sangat lemah dan dapat memicu konflik di antara masyarakat dalam melakukan penafsiran atas pornografi.</div>
<div style="text-align: justify">Oleh karena itu, ELSAM selaku organisasi yang memperjuangkan Hak Asasi Manusia menyatakan:</div>
<div style="text-align: justify">1. Menyesalkan telah dibuatnya UU Pornografi yang gagal memberikan jawaban bagi persoalan pornografi.</div>
<div style="text-align: justify">2. Menyesalkan lembaga perwakilan rakyat (DPR) yang mengabaikan prinsip dasar pembuatan UU, yaitu: efektifitas</div>
<div style="text-align: justify">3. Menyesalkan pembuatan UU Pornografi yang bertentangan dengan prinsip dasar Hak Asasi Manusia sebagaimana tertuang dalam konstitusi kita UUD1945 maupun UU No.39/ 1999 tentang Hak Asasi Manusia.</div>
<div style="text-align: justify">4. Menyesalkan pembuatan UU Pornografi yang mengancam kebebasan dasar manusia sebagaimana yang dihormati oleh bangsa-bangsa di dunia.</div>
<div style="text-align: justify">Teknologi Pencegah Penyebaran Pornografi Pornografi internet bisa diakses semua orang, bahkan juga anak-anak yang belum pantas melihatnya. Untuk mengantisipasinya, sebuah teknik yang bisa memperkirakan usia seseorang secara otomatis sedang dikembangkan di Australia. Nantinya, teknologi ini bisa dipakai untuk mencegah bocah yang belum cukup umur mengakses pornografi internet.</div>
<div style="text-align: justify"></div>
<div style="text-align: justify">Teknologi yang dibesut para ilmuwan di Deakin University, Melbourne, ini bisa dengan cepat memperkirakan umur seseorang dengan mengamati ekspresi wajah melalui ilmu matematik yang kompleks. &#8220;Dengan percobaan pada lebih dari 2000 wajah, metode ini terbukti lebih baik daripada metode lainnya,&#8221; klaim Profesor Kate Smith, salah satu penelitinya seperti dikutip detikINET dari News.com, Kamis (24/1/2008). Disebutkan, teknik yang dinamakan &#8216;AGES&#8221; ini berbasis ilmu algoritma matematika yang rumit. Para peneliti menyatakan, teknologi ini nantinya bisa dibenamkan pada software untuk melacak usi$a seseorang secara tepat. Karena masih dalam tahap pengembangan, teknologi &#8216;AGES&#8221; ini tentu saja masih belum sempurna. Masih menurut Profesor Smith, memperkirakan umur dengan mengamati karakteristik wajah bukanlah hal yang mudah. Google Prihatin dengan maraknya pornografi atas anak-anak di bawah umur, Google sebagai raksasa mesin pencari situs internet berusaha membantu National Center for Missing &amp; Exploited Children (NCMEC) dalam memerangi pornografi anak ini. Google menggunakan teknologi pengenalan gambar yang semula dipakainya untuk mendeteksi pelanggaran hak cipta pada situs YouTubenya untuk membantu NCMEC.</div>
<div style="text-align: justify"></div>
<div style="text-align: justify">Shumeet Baluja bersama beberapa ilmuwan Google lain mengerjakan tugas ini di luar tugas mereka sehari-hari selama hampir satu tahun sebelum akhirnya berhasil membuat piranti lunak pengenal gambar ini. Sebelumnya, NCMEC harus meneliti 13 juta lebih gambar dan video pornografi anak secara manual untuk dapat mengidentifikasikan anak-anak korban pornografi ini. Dengan teknologi yang disebut video fingerprinting technology ini tugas meneliti jutaan video dan gambar itu jadi lebih ringan. Teknologi yang ditawakan Google ini bekerja dengan cara mengorganisir dan membuat indeks dari video dan gambar yang ada dalam database NCMEC agar lebih mudah dalam pencarian selanjutnya.</div>
<div style="text-align: justify"></div>
<div style="text-align: justify">Piranti lunak ini juga memiliki kemampuan untuk menganalisa pola yang sama dalam beberapa gambar dan video. Pola ini bisa berupa apa saja mulai tato sampai gambar yang ada di dinding lalu dengan bekal pola ini, piranti lunak Google bisa mencocokkannya dengan jutaan gambar atau video yang ada dalam database NCMEC. NCMEC sejak dibentuk tahun 1984 berhasil membantu pihak berwajib dalam menangani 140.900 kasus anak hilang dan berhasil menyelamatkan 124.500 anak sebelum menjadi korban pornografi. Dengan adanya internet, para &#8216;pemangsa&#8217; anak-anak ini memiliki media baru untuk menyebarkan &#8216;pekerjaan&#8217; mereka. Harian USA Today pernah melaporkan bahwa di Amerika Serikat saja ada sekitar 624 ribu komputer yang memperdagangkan material berisi pornografi anak di bawah umur selama kurun waktu 2 tahun belakangan. Dengan teknologi yang disumbangkan Google ini, NCMEC yakin mereka akan sanggup memerangi perbuatan asusila ini.</div>
<div style="text-align: justify"></div>
<h1 style="text-align: justify"><span style="color: #888888">Daftar Pustaka </span></h1>
<div style="text-align: justify">http://www.prakarsa-rakyat.org</div>
<div style="text-align: justify">http://teknologipendidikan.com</div>
<div style="text-align: justify">http://salam.ui.edu</div>
<div style="text-align: justify">www.wikipedia.org</div>
<div style="text-align: justify">http://www.romisatriawahono.net</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://helmi123456setiawan.blog.com/2008/11/19/tugas-pertekom-dari-deny/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pengertian dan Teori Komunikasi Kelompok</title>
		<link>http://helmi123456setiawan.blog.com/2008/10/27/pengertian-dan-teori-komunikasi-kelompok/</link>
		<comments>http://helmi123456setiawan.blog.com/2008/10/27/pengertian-dan-teori-komunikasi-kelompok/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Oct 2008 17:53:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Emi Coeloen</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 14pt;">PENGERTIAN KOMUNIKASI KELOMPOK</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 14pt;">&#160;</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;">Michael Burgoon dan Michael Ruffner dalam bukunya <em>Human Communicatio</em>, <em>A Revision of Approaching Speech/Communication</em>, memberi batasan komunikasi kelompok sebagai interaksi tatap muka dari tiga atau lebih individu guna memperoleh maksud atau tujuan yang dikehendaki seperti berbagai informasi, pemeliharaan diri, atau pemecahan masalah sehingga semua anggota dapat menumbuhkan karakteristik pribadi anggota lainnya dengan akurat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span>&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;</span> Terdapat 4 elemen yang tercakup dalam definisi di atas, yaitu: interaksi tatap muka, jumlah partisipan yang terlibat dalam interaksi, maksud atau tujuan yang dikehendaki, dan kemampuan anggota untuk dapat menumbuhkan karakteristik pribadi anggota lainnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;">&#160;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 14pt;">KARAKTERISTIK KOMUNIKASI KELOMPOK</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 14pt;">&#160;</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span>&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;</span> Ada dua karakteristik yang melekat pada suatu kelompok, yaitu norma dan peran. Norma adalah persetujuan atau perjanjian tentang bagaimana orang-orang dalam suatu kelompok berprilaku satu dengan yang lainnya. Kadang-kadang norma yang disebut oleh para sosiolog dengan nama “hukum” (law) ataupun “aturan” (rule), yaitu prilaku-prilaku apa saja yang pantas dan tidak pantas untuk dilakukan untuk suatu kelompok.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span>&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;</span> Jika norma diberi batasan sebagai ukuran kelompok yang dapat diterima, maka peran (role) merupakan pola-pola prilaku yang diharapkan dari setiap anggota kelompok. Ada dua fungsi peran dalam suatu kelompok, yaitu fungsi tugas dan fungsi pemeliharaan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;">&#160;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 14pt;">KOMUNIKASI DALAM KELOMPOK</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">&#160;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span>&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;</span> Ronald B. Adler dan George Rodnan dalam bukunya <em>Understanding Human Communication</em> membagi kelompok dalam tiga tipe, yaitu: kelompok belajar (learning group), kelompok pertumbuhan (growth group), dan kelompok pemecahan masalah (problem-solving group).</p>
<ul style="margin-top: 0cm;" type="disc">
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><strong>Kelompok Belajar (learning group)</strong></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;">Salah satu ciri yang menonjol dari learning group ini adalah adanya pertukaran komunkasi dua arah. Artinya, setiap anggota kelompok belajar adalah kontributor atau penyumbang dan penerima pengetahuan.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;">&#160;</p>
<ul style="margin-top: 0cm;" type="disc">
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><strong>Kelompok Pertumbuhan (growth group)</strong></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;">Karakteristik yang terlihat dalam tipe kelompok ini adalah tidak mempunyai tujuan kolektif yang nyata, dalam arti bahwa seluruh tujuan kelompok diarahkan kepada usaha untuk membantu para anggotanya. Mengidentifikasi dan mengarahkan mereka untuk peduli dengan persoalan pribadi yang mereka hadapi.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;">&#160;</p>
<ul style="margin-top: 0cm;" type="disc">
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><strong>Kelompok Pemecahan Masalah (problem solving group)</strong></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;">Problem solving group dalam operasionalisasinya melibatkan dua aktivitas penting.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;">Pertama, pengumpulan informasi (gathering information): bagaimana suatu kelompok sebelumnya membuat keputusan, berusaha mengumpulkan informasi yang penting dan berguna untuk landasan pengambilan keputusan tersebut. Kedua, pembuatan keputusan atau kebijakan itu sendiri yang berdasarkan pada hasil pengumpulan informasi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;">&#160;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 14pt;">TEORI DALAM KOMUNIKASI KELOMPOK</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 14pt;">&#160;</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;">Ada dua aliran besar didalam melihat teori komunikasi kelompok (Liitlejohn, 1999:284-294):<br />
<strong>1. The input – process – output model</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;">Input = sesuatu yang mempengaruhi kelompok,</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;">Proses = sesuatu yang terjadi dalam kelompok,</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;">Output = sesuatu yang dihasilkan kelompok.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><strong>2. The structurational perspective</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;">Ada tiga teori komunikasi kelompok yang diperkenalkan dalam aliran input-process output model :</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;">a.A general organizing model</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;">Menekankan pada bagaimana kelompok memiliki energi yang digunakan untuk aktivitas pengambilan keputusan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;">b. The functional tradition</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;">Menekankan pada kualitas komunikasi kelompok, membahas kesalahankesalahan yang dibuat oleh kelompok pada waktu pengambilan keputusan..</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;">c. The interactioanl tradition</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;">Menekankan pada aspek komunikasi yang terjadi di dalam kelompok. Bahwa output kelompok sangat ditentukan oleh interaksi yang terjadi di dalam kelompok. Kelompok kecil melaksanakan kegiatannya dengan berbagai format. Format yang paling populer adalah panel discussion, seminar, simposium, dan simposium-forum. Panel Discussion.<br />
Dalam format panel atau meja bundar, anggota kelompok mengatur diri mereka sendiri dalam pola melingkar atau semi-melingkar. ereka berbagi informasi atau memecahkan permasalahan tanpa pengaturan siapa dan kapan mereka berbicara. Anggota akan memberikan kontribusinya jika mereka sendiri merasakan merasakan layak itu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;">&#160;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 14pt;">TEORI KONFLIK</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 14pt;">&#160;</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;">Berikut gambaran mengenai asumsi-asumsi utama teori konflik adalah</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 72.65pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"><!--[if !supportLists]--><span>a.<span style="font-family: &#34;Times New Roman&#34;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;">&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;</span></span> <!--[endif]-->Setiap masyarakat tunduk pada proses perubahan; perubahan ada dimana-mana;</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 72.65pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"><!--[if !supportLists]--><span>b.<span style="font-family: &#34;Times New Roman&#34;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;">&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;</span></span> <!--[endif]-->Disensus dan konflik terdapat dimana-mana</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 72.65pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"><!--[if !supportLists]--><span>c.<span style="font-family: &#34;Times New Roman&#34;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;">&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;</span></span> <!--[endif]-->Setiap unsur<span>&#160;</span> masyarakat memberikan sumbangan pada disintegrasi dan perubahan masyarakat</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 72.65pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"><!--[if !supportLists]--><span>d.<span style="font-family: &#34;Times New Roman&#34;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;">&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;</span></span> <!--[endif]-->Setiap masyarakat didasarkan pada paksaan beberapa orang anggota terhadap anggota lain (Dahrendorf, 1976:162)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;">Tokoh Awal : Karl Marx</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;">Dalam kerangka teori Marx cara produksi yang terdapat dalam masyarakat merupakan factor yang menentukan struktur masyarakat tertentu. Pandangan ini dituangkan dalam konsepnya mengenai struktur infa dan struktur supra. Menurut pandangan marx struktur supra selalu ditentukan oleh struktur infra.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;">Alienansi. Konsep penting lain yang dikembangkan marx ialah konsep alienasi. Marx melihat bahwa sejarah manusia memperlihatkan peningkatan penguasaan manusia terhadap alam serta peningkatan alienansi manusia.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;">Tokoh Awal : Max Weber</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;">Karya Weber sering dikaitkan dengan teori sosiologi yang berbeda. Uraian webber mengenai tindakan sosial sebagai pokok perhatian sosiologi dijadikan dasar bagi pengembangan teori interaksionalisme simbolik (Turner,1978) Weber pun dianggap sebagai tokoh yang memberi sumbangan terhadap fungsionalisme awal (Turner,1978) namun webber dianggap pula sebagai penganut teori konflik (Collins,1968)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;">Tokoh Modern : Ralf<span>&#160;</span> Dahrendorf</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;">Dalam tulisan mengenai kelas dan konflik kelas dalam masyarakat industri, Ralf Dahrondorf (1976) menolak beberapa diantara pandangan Marx. Ia mengamati bahwa, berebeda dengan pandangan Marx, perubahan sosial tidak hanya datang dari dalam tetapi dapat juga dari luar masyarakat; bahwa perubahan dari dalam masyarakat tidak selalu disebabkan konflik sosial; dan bahwa di samping konflik kelas terdapat pula konflik sosial yang berbentuk lain. Ia pun mengamati bahwa konflik tidak selalu menghasilkan revolusi, dan bahwa perubahan sosial dapat mengamati bahwa konflik tidak selalu menghasilkam revolusi revolusi, dan bahwa perubahan sosial dapat terjadi tanpa revolusi. Selanjutnya, Dahrendorf melihat pula bahwa kelas-kelas sosial tidak selalu terlibat didalam konflik. Akhirnya Dahrendoft mencatat bahwa kekuasaan politik selalu mengikuti kekuasaan di bidang Industri.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;">Menurut Teori konflik versi Dahrendorf masyarakat terdiri atas organisasi-organisasi yang didasarkan pada kekuasaan (dominasi satu pihak atas pihak lain atas dasar paksaan) atau wewenang (dominasi diterima dan diakui oleh pihak yang didominasi). Karena kepentingan kedua pihak dalam asosiasi-asosiasi tersebut berbeda—pihak penguasa berkepentingan untuk memperoleh kekuasaan—maka dalam asosiasi-asosiasi akan terjadi polarisasi dan konflik antara dua kelompo. Keberhasilan kelompok yang dikusai untuk merebut kekuasaan dlam asosiasi akan menghasilkan perubahan sosial. Dengan demikian konflik, menurut Dahrendorf, merupakan sumber terjadinya perubahan sosial (Dahrendorf,1976).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;">&#160;</p>

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 14pt;">PENGERTIAN KOMUNIKASI KELOMPOK</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 14pt;">&#160;</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;">Michael Burgoon dan Michael Ruffner dalam bukunya <em>Human Communicatio</em>, <em>A Revision of Approaching Speech/Communication</em>, memberi batasan komunikasi kelompok sebagai interaksi tatap muka dari tiga atau lebih individu guna memperoleh maksud atau tujuan yang dikehendaki seperti berbagai informasi, pemeliharaan diri, atau pemecahan masalah sehingga semua anggota dapat menumbuhkan karakteristik pribadi anggota lainnya dengan akurat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span>&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;</span> Terdapat 4 elemen yang tercakup dalam definisi di atas, yaitu: interaksi tatap muka, jumlah partisipan yang terlibat dalam interaksi, maksud atau tujuan yang dikehendaki, dan kemampuan anggota untuk dapat menumbuhkan karakteristik pribadi anggota lainnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;">&#160;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 14pt;">KARAKTERISTIK KOMUNIKASI KELOMPOK</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 14pt;">&#160;</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span>&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;</span> Ada dua karakteristik yang melekat pada suatu kelompok, yaitu norma dan peran. Norma adalah persetujuan atau perjanjian tentang bagaimana orang-orang dalam suatu kelompok berprilaku satu dengan yang lainnya. Kadang-kadang norma yang disebut oleh para sosiolog dengan nama “hukum” (law) ataupun “aturan” (rule), yaitu prilaku-prilaku apa saja yang pantas dan tidak pantas untuk dilakukan untuk suatu kelompok.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span>&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;</span> Jika norma diberi batasan sebagai ukuran kelompok yang dapat diterima, maka peran (role) merupakan pola-pola prilaku yang diharapkan dari setiap anggota kelompok. Ada dua fungsi peran dalam suatu kelompok, yaitu fungsi tugas dan fungsi pemeliharaan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;">&#160;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 14pt;">KOMUNIKASI DALAM KELOMPOK</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">&#160;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span>&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;</span> Ronald B. Adler dan George Rodnan dalam bukunya <em>Understanding Human Communication</em> membagi kelompok dalam tiga tipe, yaitu: kelompok belajar (learning group), kelompok pertumbuhan (growth group), dan kelompok pemecahan masalah (problem-solving group).</p>
<ul style="margin-top: 0cm;" type="disc">
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><strong>Kelompok Belajar (learning group)</strong></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;">Salah satu ciri yang menonjol dari learning group ini adalah adanya pertukaran komunkasi dua arah. Artinya, setiap anggota kelompok belajar adalah kontributor atau penyumbang dan penerima pengetahuan.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;">&#160;</p>
<ul style="margin-top: 0cm;" type="disc">
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><strong>Kelompok Pertumbuhan (growth group)</strong></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;">Karakteristik yang terlihat dalam tipe kelompok ini adalah tidak mempunyai tujuan kolektif yang nyata, dalam arti bahwa seluruh tujuan kelompok diarahkan kepada usaha untuk membantu para anggotanya. Mengidentifikasi dan mengarahkan mereka untuk peduli dengan persoalan pribadi yang mereka hadapi.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;">&#160;</p>
<ul style="margin-top: 0cm;" type="disc">
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><strong>Kelompok Pemecahan Masalah (problem solving group)</strong></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;">Problem solving group dalam operasionalisasinya melibatkan dua aktivitas penting.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;">Pertama, pengumpulan informasi (gathering information): bagaimana suatu kelompok sebelumnya membuat keputusan, berusaha mengumpulkan informasi yang penting dan berguna untuk landasan pengambilan keputusan tersebut. Kedua, pembuatan keputusan atau kebijakan itu sendiri yang berdasarkan pada hasil pengumpulan informasi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;">&#160;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 14pt;">TEORI DALAM KOMUNIKASI KELOMPOK</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 14pt;">&#160;</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;">Ada dua aliran besar didalam melihat teori komunikasi kelompok (Liitlejohn, 1999:284-294):<br />
<strong>1. The input – process – output model</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;">Input = sesuatu yang mempengaruhi kelompok,</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;">Proses = sesuatu yang terjadi dalam kelompok,</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;">Output = sesuatu yang dihasilkan kelompok.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><strong>2. The structurational perspective</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;">Ada tiga teori komunikasi kelompok yang diperkenalkan dalam aliran input-process output model :</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;">a.A general organizing model</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;">Menekankan pada bagaimana kelompok memiliki energi yang digunakan untuk aktivitas pengambilan keputusan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;">b. The functional tradition</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;">Menekankan pada kualitas komunikasi kelompok, membahas kesalahankesalahan yang dibuat oleh kelompok pada waktu pengambilan keputusan..</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;">c. The interactioanl tradition</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;">Menekankan pada aspek komunikasi yang terjadi di dalam kelompok. Bahwa output kelompok sangat ditentukan oleh interaksi yang terjadi di dalam kelompok. Kelompok kecil melaksanakan kegiatannya dengan berbagai format. Format yang paling populer adalah panel discussion, seminar, simposium, dan simposium-forum. Panel Discussion.<br />
Dalam format panel atau meja bundar, anggota kelompok mengatur diri mereka sendiri dalam pola melingkar atau semi-melingkar. ereka berbagi informasi atau memecahkan permasalahan tanpa pengaturan siapa dan kapan mereka berbicara. Anggota akan memberikan kontribusinya jika mereka sendiri merasakan merasakan layak itu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;">&#160;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 14pt;">TEORI KONFLIK</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 14pt;">&#160;</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;">Berikut gambaran mengenai asumsi-asumsi utama teori konflik adalah</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 72.65pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"><!--[if !supportLists]--><span>a.<span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;">&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;</span></span> <!--[endif]-->Setiap masyarakat tunduk pada proses perubahan; perubahan ada dimana-mana;</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 72.65pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"><!--[if !supportLists]--><span>b.<span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;">&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;</span></span> <!--[endif]-->Disensus dan konflik terdapat dimana-mana</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 72.65pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"><!--[if !supportLists]--><span>c.<span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;">&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;</span></span> <!--[endif]-->Setiap unsur<span>&#160;</span> masyarakat memberikan sumbangan pada disintegrasi dan perubahan masyarakat</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 72.65pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"><!--[if !supportLists]--><span>d.<span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;">&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;</span></span> <!--[endif]-->Setiap masyarakat didasarkan pada paksaan beberapa orang anggota terhadap anggota lain (Dahrendorf, 1976:162)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;">Tokoh Awal : Karl Marx</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;">Dalam kerangka teori Marx cara produksi yang terdapat dalam masyarakat merupakan factor yang menentukan struktur masyarakat tertentu. Pandangan ini dituangkan dalam konsepnya mengenai struktur infa dan struktur supra. Menurut pandangan marx struktur supra selalu ditentukan oleh struktur infra.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;">Alienansi. Konsep penting lain yang dikembangkan marx ialah konsep alienasi. Marx melihat bahwa sejarah manusia memperlihatkan peningkatan penguasaan manusia terhadap alam serta peningkatan alienansi manusia.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;">Tokoh Awal : Max Weber</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;">Karya Weber sering dikaitkan dengan teori sosiologi yang berbeda. Uraian webber mengenai tindakan sosial sebagai pokok perhatian sosiologi dijadikan dasar bagi pengembangan teori interaksionalisme simbolik (Turner,1978) Weber pun dianggap sebagai tokoh yang memberi sumbangan terhadap fungsionalisme awal (Turner,1978) namun webber dianggap pula sebagai penganut teori konflik (Collins,1968)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;">Tokoh Modern : Ralf<span>&#160;</span> Dahrendorf</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;">Dalam tulisan mengenai kelas dan konflik kelas dalam masyarakat industri, Ralf Dahrondorf (1976) menolak beberapa diantara pandangan Marx. Ia mengamati bahwa, berebeda dengan pandangan Marx, perubahan sosial tidak hanya datang dari dalam tetapi dapat juga dari luar masyarakat; bahwa perubahan dari dalam masyarakat tidak selalu disebabkan konflik sosial; dan bahwa di samping konflik kelas terdapat pula konflik sosial yang berbentuk lain. Ia pun mengamati bahwa konflik tidak selalu menghasilkan revolusi, dan bahwa perubahan sosial dapat mengamati bahwa konflik tidak selalu menghasilkam revolusi revolusi, dan bahwa perubahan sosial dapat terjadi tanpa revolusi. Selanjutnya, Dahrendorf melihat pula bahwa kelas-kelas sosial tidak selalu terlibat didalam konflik. Akhirnya Dahrendoft mencatat bahwa kekuasaan politik selalu mengikuti kekuasaan di bidang Industri.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;">Menurut Teori konflik versi Dahrendorf masyarakat terdiri atas organisasi-organisasi yang didasarkan pada kekuasaan (dominasi satu pihak atas pihak lain atas dasar paksaan) atau wewenang (dominasi diterima dan diakui oleh pihak yang didominasi). Karena kepentingan kedua pihak dalam asosiasi-asosiasi tersebut berbeda—pihak penguasa berkepentingan untuk memperoleh kekuasaan—maka dalam asosiasi-asosiasi akan terjadi polarisasi dan konflik antara dua kelompo. Keberhasilan kelompok yang dikusai untuk merebut kekuasaan dlam asosiasi akan menghasilkan perubahan sosial. Dengan demikian konflik, menurut Dahrendorf, merupakan sumber terjadinya perubahan sosial (Dahrendorf,1976).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;">&#160;</p>
</div>
<div></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://helmi123456setiawan.blog.com/2008/10/27/pengertian-dan-teori-komunikasi-kelompok/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Dasar-dasar Kuliah koe&#8230;!!!!</title>
		<link>http://helmi123456setiawan.blog.com/2008/10/11/dasar-dasar-kuliah-koe/</link>
		<comments>http://helmi123456setiawan.blog.com/2008/10/11/dasar-dasar-kuliah-koe/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Oct 2008 01:29:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Emi Coeloen</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><strong><span style="font-size: 20pt;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Definisi Komunikasi<br /></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><img src="http://editor.blog.sergio/images/yui-extra/smileys/smiley-yell.gif" /> Pucing nih mikirin kuliah teyussss... moga berguna bagi para pencari ilmu komunikasi<br /></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Kata atau istilah “komunikasi” (Bahasa Inggris <em>“communication”</em>) berasal dari Bahasa Latin <em>“communicatus”</em> yang berarti “berbagi” atau “menjadi milik bersama”.Dengan demikian,&#160; kata komunikasi menurut kamus bahasa mengacu pada <strong>suatu upaya yang bertujuan untuk mencapai kebersamaan.</strong>Menurut&#160; <em>Webster New Collogiate Dictionary</em>&#160; dijelaskan bahwa komunikasi adalah <strong>“suatu proses pertukaran informasi di antara individu melalui sistem lambang-lambang, tanda-tanda atau tingkah laku”.</strong>&#160; Berikut ini adalah bebarapa definsi tentang ilmu komunikasi yang dikemukakan oleh para ahli sebagai berikut :<strong><em>Hovland, Janis &#38; Kelley</em></strong> Komunikasi adalah suatu proses melalui mana seseorang (komunikator) menyampaikan stimulus (biasanya dalam bentuk kata-kata) dengan tujuan mengubah atau membentuk perilaku orang-orang lainnya (khalayak.<strong><em>Berelson &#38; Steiner</em></strong> Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi, gagasan, emosi, keahlian, dan lain-lain melalui penggunaan simbol-simbol seperti kata-kata, gambar, angka-angka, dan lain-lain.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><strong><em><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Harold Lasswell</span></em></strong> <span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses yang menjelaskan “siapa”&#160; “mengatakan “apa”&#160; “dengan saluran apa”, “kepada siapa” , dan “dengan akibat apa”&#160; atau “hasil apa”.(<em>who says what in which channel to whom and with what effect).</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><strong><em><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Barnlund</span></em></strong> <span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Komunikasi timbul didorong oleh kebutuhan-kebutuhan untuk mengurangi rasa ketidakpastian, bertindak secara efektif, mempertahankan atau memperkuat ego.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><strong><em><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Weaver</span></em></strong> <span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Komunikasi adalah seluruh prosedur melalui mana pikiran seseorang dapat mempengaruhi pikiran orang lainnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><strong><em><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Gode</span></em></strong> <span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Komunikasi adalah suatu proses yang membuat sesuatu dari semula yang dimiliki oleh seseorang (monopoli seseorang) menjadi dimiliki oleh dua orang atau lebih.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Dari berbagai definisi tentang ilmu&#160; komunikasi tersebut di atas, terlihat bahwa para ahli memberikan definisinya sesuai dengan sudut pandangnya dalamelihat komunikasi. Masing-masing memberikan penekanan arti, ruang lingkup, dan konteks yang berbeda.Hal ini menunjukkan bahwa, ilmu komunikasi sebagai bagian dari ilmu sosial adalah suatu ilmu yang bersifat multi-disipliner.&#160;Definisi Hovland Cs, memberikan penekanan bahwa tujuan komunikasi adalah mengubah atau membentuk perilaku.Definisi Berelson dan Steiner, menekankan bahwa komunikasi adalah proses penyampaian, yaitu penyampaian informasi, gagasan, emosi, keahlian, dan lain-lain.Definisi Lasswell, secara eksplisit dan kronologis menjelaskan tentang<br />
lima komponen yang terlibat dalam komunikasi, yaitu :</span><span style="font-size: 8pt;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">-</span><span style="font-size: 3pt;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">&#160;&#160;&#160;&#160;</span><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">siapa (pelaku komunikasi pertama yang mempunyai inisiatif atau sumber.</span><span style="font-size: 8pt;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">-</span><span style="font-size: 3pt;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;</span><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">mengatakan apa ( isi informasi yang disampaikan)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><span style="font-size: 8pt;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">-</span><span style="font-size: 3pt;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;</span><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">kepada siapa (pelaku komunikasi lainnya yang dijadikan sasaran penerima)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><span style="font-size: 8pt;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">-</span><span style="font-size: 3pt;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;</span><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">melalui saluran apa (alat/saluran penyampaian informasi)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><span style="font-size: 8pt;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">-</span><span style="font-size: 3pt;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;</span><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">dengan akibat/hasil apa (hasil yang terjadi –pada diri penerima)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Definisi Lasswell ini juga menunjukkan bahwa komunikasi itu adalah suatu upaya yang disengaja serta mempunyai tujuan. Definisi Gode, memberi penekanan pada proses penularanpemilikan, yaitu dari yang semula (sebelum komunikasi) hanya dimiliki oleh satu orang kemudian setelah komunikasi menjadi dimiliki oleh dua orang atau lebih.Definisi Barnlund, menekankan pada tujuan komunikasi, yaitu untuk mengurangi ketidakpastian, sebagai dasar bertindak efektif, dan untuk mempertahankan atau memperkuat ego.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Berdasarkan definisi-definisi tentang komunikasi tersebut di atas, dapat diperoleh gambaran bahwa komunikasi mempunyai beberapa karakteristik sebagai berikut</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><em><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Komunikasi adalah suatu proses</span></em> <span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Komunikasi sebagai suatu proses artinya bahwa komunikasi merupakan serangkaian tindakan atau peristiwa yang terjadi secara berurutan (ada tahapan atau sekuensi) serta berkaitan satu sama lainnya dalam kurun waktu tertentu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><em><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Komunikasi adalah suatu upaya yang disengaja serta mempunyai tujuan.</span></em> <span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Komunikasi adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara&#160; sadar, disengaja, serta sesuai dengan tujuan atau keinginan dari pelakunya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><em><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Komunikasi menuntut adanya partisipasi dan kerja sama dari para pelaku yang terlibat</span></em> <span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">kegiatan komunikasi akan berlangsung baik apabila pihak-pihak yang berkomunikasi&#160; (dua orang atau lebih) sama-sama ikut terlibat dan sama-sama mempunyai perhatian yang samaterhadap topik pesan yang disampaikan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><em><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Komunikasi bersifat simbolis</span></em> <span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Komunikasi pada dasarnya merupakan tindakan yang dilakukan dengan menggunakan lambang-lambang. Lambang yang paling umum digunakan dalam komunikasi antar manusia adalah bahasaverbal dalam bentuk kata-kata, kalimat, angka-angka atau tanda-tanda lainnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><em><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Komunikasi bersifat transaksional</span></em> <span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Komunikasi pada dasarnya menuntut dua tindakan, yaitu memberi dan menerima. Dua tindakan tersebut tentunya perlu dilakukan secara seimbang atau porsional.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><em><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Komunikasi menembus faktor ruang dan waktu</span></em> <span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Maksudnya adalah bahwa para peserta atau pelaku yang terlibat dalam komunikasi tidak harus hadir pada waktu serta tempat yang sama. Dengan adanya berbagai produk teknologi komunikasi seperti telepon, internet, faximili, dan lain-lain, faktor ruang dan waktu tidak lagi menjadi masalah dalam berkomunikasi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><strong><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Tingkatan Proses Komunikasi</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Menurut Denis McQuail, secara umum kegiatan/proses komunikasi dalam masyarakat berlangsung dalam 6 tingkatan sebagai berikut :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><strong><em><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Komunikasi intra-pribadi (intrapersonal communication</span></em></strong> <span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Yakni proses komunikasi yang terjadi dalam diri seseorang, berupa pengolahan informasi melalui pancaindra dan sistem syaraf.Contoh : berpikir, merenung, menggambar, menulis sesuatu, dll.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><strong><em><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Komunikasi antar-pribadi</span></em></strong> <span style="font-size: 8pt;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Yakni kegiatan komunikasi yang dilakukan secara langsung antara seseorang dengan orang lainnya.</span><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Misalnya percakapan tatap muka, korespondensi, percakapan melalui telepon, dsbnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><strong><em><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Komunikasi dalam kelompok</span></em></strong> <span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Yakni kegiatan komunikasi yang berlangsung di antara suatu kelompok. Pada tingkatan ini, setiap individu yang terlibat masing-masing berkomunikasi sesuai dengan peran dan kedudukannya dalam kelompok. Pesan atau informasi yang disampaikan juga menyangkut kepentingan seluruh anggota kelompok, bukan bersifat pribadi.Misalnya, ngobrol-ngobrol antara ayah, ibu, dan anak dalam keluarga, diskusi guru dan murid di kelas tentang topik bahasan, dsbnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><strong><em><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Komunikasi antar-kelompok/asosiasi</span></em></strong> <span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Yakni kegiatan komunikasi yang berlangsung antara suatu kelompok dengan kelompok lainnya. Jumlah pelaku yang terlibat boleh jadi hanya dua atau beberapa orang, tetapi masing-masing membawa peran dan kedudukannya sebagai wakil dari kelompok/asosiasinya masing-masing.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><strong><em><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Komunikasi Organisasi</span></em></strong> <span style="font-size: 8pt;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Komunikasi organisasi mencakup kegiatan komunikasi dalam suatu organisasi dan komunikasi antar organisasi.</span><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Bedanya dengan komunikasi kelompok adalah bahwa sifat organisasi organisasi lebih formal dan lebih mengutamakan prinsip-prinsip efisiensi dalam melakukan kegiatan komunikasinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><strong><em><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Komunikasi&#160; dengan masyarakat secara luas</span></em></strong> <span style="font-size: 8pt;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Pada tingkatan ini kegiatan komunikasi ditujukan kepada masyarakat luas. Bentuk kegiatan komunikasinya dapat dilakukan melalui dua cara :</span><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Komunikasi massa Yaitu komunikasi melalui media massa seperti radio, surat kabar,&#160; TV, dsbnya.Langsung atau tanpa melalui media massa Misalnya ceramah, atau pidato di lapangan terbuka.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><span style="font-size: 8pt;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Perlu diketahui bahwa topik tentang Komunikasi adalah salah satu perbincangan yang sering diperdebatkan <em>definisinya</em> oleh tidak hanya kaum awam melainkan juga oleh para Ilmuwan</span><span style="font-size: 8pt; font-family: Mangal;" lang="HI" xml:lang="HI">।</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><span style="font-size: 8pt;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">&#160;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><span style="font-size: 8pt;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Berbicara tentang definisi, ada banyak sekali definisi. Bahkan menurut catatan Frank Dance dan Carl Larson, ada 126 definisi komunikasi yang berlainan di tahun 1976. Apalagi sekarang ? Namun dari semua itu tidak ada yang salah ataupun benar mutlak</span><span style="font-size: 8pt; font-family: Mangal;" lang="HI" xml:lang="HI">।</span> <span style="font-size: 8pt;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Seperti juga model atau teori, definisi harus dilihat dari kemanfaatannya untuk menjelaskan fenomena yang didefinisikan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><span style="font-size: 8pt;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">&#160;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><span style="font-size: 8pt;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Definisi tersebut antara lain: komunikasi berasal dari bahasa Inggris <em>communication</em> dan berhubungan dengan bahasa latin <em>communis, communico, communicare</em> yang kesemuanya itu memiliki pengertian <em>“membuat sama (to make common)”.</em> Komunikasi menyatakan bahwa suatu pikiran, makna, atau pesan dianut <em>secara sama</em>. Akan tetapi definisi-definisi kontemporer menyarankan bahwa komunikasi merujuk pada cara <em>berbag</em>i hal-hal tersebut</span><span style="font-size: 8pt; font-family: Mangal;" lang="HI" xml:lang="HI">।</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><span style="font-size: 8pt;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">&#160;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><span style="font-size: 8pt;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Sedangkan menurut ensiklopedia <em>wikipedia.org,</em> Komunikasimemiliki pengertian sebagai “<em>proses sistematik bertukar informasi di antara pihak-pihak, biasanya lewat system simbol</em>”. Dan menurut Carl I. Hovland Komunikasi adalah <em>“proses mengubah perilaku orang (Communication is the process to modify the behavior of other individuals )”</em>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><span style="font-size: 8pt;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Selanjutnya komunikasi juga berkaitan dengan komunitas <em>(Community)</em> atau perkumpulan</span><span style="font-size: 8pt; font-family: Mangal;" lang="HI" xml:lang="HI">।</span> <span style="font-size: 8pt;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Yang juga menekankan pada kebersamaan dan kesamaan. Dimana dalam sebuah komunitas tertentu tentu terbangun karena adanya kesamaan. Entah kesamaan pendapat, agama, bangsa, ataupun tujuan. Dan mereka dapat terus-menerus berjalan bersama karena adanya komunikasi di antara mereka.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><span style="font-size: 8pt;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">&#160;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><span style="font-size: 8pt;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Jadi menurut saya, secara singkat Komunikasi dapat diartikan sebagai <em>usaha manusia untuk berbagi informasi di antara mereka</em>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><span style="font-size: 8pt;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">&#160;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><span style="font-size: 8pt;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Dari paparan di atas tentu sekarang kita memiliki pandangan bagaimana komunikasi itu</span><span style="font-size: 8pt; font-family: Mangal;" lang="HI" xml:lang="HI">।</span> <span style="font-size: 8pt;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Komunikasi merupakan suatu unsur keilmuan yang dapat dipelajari dan termasuk dalam rumpun ilmu sosial terapan. Ruang lingkupnya pun cukup luas karena komunikasi tidak hanya berkutat pada komunikasi lisan (verbal) melainkan masih ada komunikasi non verbal yang mencakup jurnalisme. Dan kesemua itu dapat kita pelajari lewat <em>Ilmu Komunikasi</em></span><span style="font-size: 8pt; font-family: Mangal;" lang="HI" xml:lang="HI">।</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><span style="font-size: 8pt;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">&#160;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><span style="font-size: 8pt;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Bisa diartikan bahwa <em>Ilmu Komunikasi</em> adalah ilmu yang mempelajari berbagai aspek-aspek Komunikasi dan prakteknya. Sedangkan menurut Carl I. Hovland <em>Ilmu Komunikasi</em> adalah Upaya yang sistematis untuk merumuskan secara tegar asas-asas penyampaian informasi serta pembentukan pendapat dan sikap</span><span style="font-size: 8pt; font-family: Mangal;" lang="HI" xml:lang="HI">।</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><span style="font-size: 8pt;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">&#160;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><span style="font-size: 8pt;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Dalam prakteknya hampir tiap hari kita memerlukan Komunikasi</span><span style="font-size: 8pt; font-family: Mangal;" lang="HI" xml:lang="HI">।</span> <span style="font-size: 8pt;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Mulai dari berbicara kepada orang lain, mengirim SMS, mendengarkan dosen menjelaskan materi kuliah, hingga memberi makan hewan piarann merupakan beberapa contoh praktek komunikasi sehari-hari.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><span style="font-size: 8pt;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">&#160;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><span style="font-size: 8pt;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Salah satu bentuk praktek komunikasi yang sangat populer adalah pidato <em>(public speaking)</em>. Dimana seorang pembicara/orator menyampaikan pesan-pesan yang diamanatkan kepadanya lewat lisan. Dengan diutamakan pembicaraan yang disampaikan orator tersebut harus dimengerti oleh pendengar <em>(audience).</em> Bagaimana caranya ? Tentunya dengan bahasa yang dimengerti oleh <em>pendengar,</em> yaitu bahasa setempat. Biasanya praktek <em>public speaking</em> dilakukan di depan khalayak ramai. Dimana seorang orator harus menyampaikan gagasannya dan mengemas sedemikinan rupa agar para pendengar mengerti dan melakukan apa yang diinginkannya <em>(adanya perubahan sikap dan pendapat)</em>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><span style="font-size: 8pt;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">&#160;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><span style="font-size: 8pt;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Demikianlah paparan singkat dari saya mengenai apa dan bagaimana komunikasi itu. Dan dengan mengerti definisi komunikasi kita sebagai mahasiswa <em>Ilmu Komunikasi</em> akan lebih mudah mempelajari materi-materi kuliah yang lebih lanjut. Ibaratnya pondasi awal harus kuat lebih dahulu sebelum membangun dinding, jendela, dan atap.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><span style="font-size: 8pt;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US"><br />
Literature :<br />
<em><a href="http://www.id.wikipedia.org/"><span style="color: windowtext; text-decoration: none;">www.id.wikipedia.org</span></a></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><span style="font-size: 8pt;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Effendy, Onong Uchjana. <em>Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek</em>. Bandung : Remaja Rosdakarya, 1984.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><span style="font-size: 8pt;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Mulyana, Deddy. <em>Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar</em>. Bandung : Remaja Rosdakarya, 2000.</span></p>

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><strong><span style="font-size: 20pt;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Definisi Komunikasi<br /></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><img src="http://editor.blog.sergio/images/yui-extra/smileys/smiley-yell.gif" /> Pucing nih mikirin kuliah teyussss&#8230; moga berguna bagi para pencari ilmu komunikasi</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Kata atau istilah “komunikasi” (Bahasa Inggris <em>“communication”</em>) berasal dari Bahasa Latin <em>“communicatus”</em> yang berarti “berbagi” atau “menjadi milik bersama”.Dengan demikian,&#160; kata komunikasi menurut kamus bahasa mengacu pada <strong>suatu upaya yang bertujuan untuk mencapai kebersamaan.</strong>Menurut&#160; <em>Webster New Collogiate Dictionary</em>&#160; dijelaskan bahwa komunikasi adalah <strong>“suatu proses pertukaran informasi di antara individu melalui sistem lambang-lambang, tanda-tanda atau tingkah laku”.</strong>&#160; Berikut ini adalah bebarapa definsi tentang ilmu komunikasi yang dikemukakan oleh para ahli sebagai berikut :<strong><em>Hovland, Janis &amp; Kelley</em></strong> Komunikasi adalah suatu proses melalui mana seseorang (komunikator) menyampaikan stimulus (biasanya dalam bentuk kata-kata) dengan tujuan mengubah atau membentuk perilaku orang-orang lainnya (khalayak.<strong><em>Berelson &amp; Steiner</em></strong> Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi, gagasan, emosi, keahlian, dan lain-lain melalui penggunaan simbol-simbol seperti kata-kata, gambar, angka-angka, dan lain-lain.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><strong><em><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Harold Lasswell</span></em></strong> <span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses yang menjelaskan “siapa”&#160; “mengatakan “apa”&#160; “dengan saluran apa”, “kepada siapa” , dan “dengan akibat apa”&#160; atau “hasil apa”.(<em>who says what in which channel to whom and with what effect).</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><strong><em><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Barnlund</span></em></strong> <span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Komunikasi timbul didorong oleh kebutuhan-kebutuhan untuk mengurangi rasa ketidakpastian, bertindak secara efektif, mempertahankan atau memperkuat ego.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><strong><em><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Weaver</span></em></strong> <span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Komunikasi adalah seluruh prosedur melalui mana pikiran seseorang dapat mempengaruhi pikiran orang lainnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><strong><em><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Gode</span></em></strong> <span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Komunikasi adalah suatu proses yang membuat sesuatu dari semula yang dimiliki oleh seseorang (monopoli seseorang) menjadi dimiliki oleh dua orang atau lebih.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Dari berbagai definisi tentang ilmu&#160; komunikasi tersebut di atas, terlihat bahwa para ahli memberikan definisinya sesuai dengan sudut pandangnya dalamelihat komunikasi. Masing-masing memberikan penekanan arti, ruang lingkup, dan konteks yang berbeda.Hal ini menunjukkan bahwa, ilmu komunikasi sebagai bagian dari ilmu sosial adalah suatu ilmu yang bersifat multi-disipliner.&#160;Definisi Hovland Cs, memberikan penekanan bahwa tujuan komunikasi adalah mengubah atau membentuk perilaku.Definisi Berelson dan Steiner, menekankan bahwa komunikasi adalah proses penyampaian, yaitu penyampaian informasi, gagasan, emosi, keahlian, dan lain-lain.Definisi Lasswell, secara eksplisit dan kronologis menjelaskan tentang<br />
lima komponen yang terlibat dalam komunikasi, yaitu :</span><span style="font-size: 8pt;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">-</span><span style="font-size: 3pt;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">&#160;&#160;&#160;&#160;</span><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">siapa (pelaku komunikasi pertama yang mempunyai inisiatif atau sumber.</span><span style="font-size: 8pt;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">-</span><span style="font-size: 3pt;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;</span><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">mengatakan apa ( isi informasi yang disampaikan)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><span style="font-size: 8pt;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">-</span><span style="font-size: 3pt;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;</span><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">kepada siapa (pelaku komunikasi lainnya yang dijadikan sasaran penerima)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><span style="font-size: 8pt;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">-</span><span style="font-size: 3pt;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;</span><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">melalui saluran apa (alat/saluran penyampaian informasi)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><span style="font-size: 8pt;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">-</span><span style="font-size: 3pt;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;</span><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">dengan akibat/hasil apa (hasil yang terjadi –pada diri penerima)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Definisi Lasswell ini juga menunjukkan bahwa komunikasi itu adalah suatu upaya yang disengaja serta mempunyai tujuan. Definisi Gode, memberi penekanan pada proses penularanpemilikan, yaitu dari yang semula (sebelum komunikasi) hanya dimiliki oleh satu orang kemudian setelah komunikasi menjadi dimiliki oleh dua orang atau lebih.Definisi Barnlund, menekankan pada tujuan komunikasi, yaitu untuk mengurangi ketidakpastian, sebagai dasar bertindak efektif, dan untuk mempertahankan atau memperkuat ego.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Berdasarkan definisi-definisi tentang komunikasi tersebut di atas, dapat diperoleh gambaran bahwa komunikasi mempunyai beberapa karakteristik sebagai berikut</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><em><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Komunikasi adalah suatu proses</span></em> <span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Komunikasi sebagai suatu proses artinya bahwa komunikasi merupakan serangkaian tindakan atau peristiwa yang terjadi secara berurutan (ada tahapan atau sekuensi) serta berkaitan satu sama lainnya dalam kurun waktu tertentu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><em><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Komunikasi adalah suatu upaya yang disengaja serta mempunyai tujuan.</span></em> <span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Komunikasi adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara&#160; sadar, disengaja, serta sesuai dengan tujuan atau keinginan dari pelakunya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><em><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Komunikasi menuntut adanya partisipasi dan kerja sama dari para pelaku yang terlibat</span></em> <span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">kegiatan komunikasi akan berlangsung baik apabila pihak-pihak yang berkomunikasi&#160; (dua orang atau lebih) sama-sama ikut terlibat dan sama-sama mempunyai perhatian yang samaterhadap topik pesan yang disampaikan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><em><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Komunikasi bersifat simbolis</span></em> <span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Komunikasi pada dasarnya merupakan tindakan yang dilakukan dengan menggunakan lambang-lambang. Lambang yang paling umum digunakan dalam komunikasi antar manusia adalah bahasaverbal dalam bentuk kata-kata, kalimat, angka-angka atau tanda-tanda lainnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><em><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Komunikasi bersifat transaksional</span></em> <span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Komunikasi pada dasarnya menuntut dua tindakan, yaitu memberi dan menerima. Dua tindakan tersebut tentunya perlu dilakukan secara seimbang atau porsional.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><em><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Komunikasi menembus faktor ruang dan waktu</span></em> <span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Maksudnya adalah bahwa para peserta atau pelaku yang terlibat dalam komunikasi tidak harus hadir pada waktu serta tempat yang sama. Dengan adanya berbagai produk teknologi komunikasi seperti telepon, internet, faximili, dan lain-lain, faktor ruang dan waktu tidak lagi menjadi masalah dalam berkomunikasi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><strong><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Tingkatan Proses Komunikasi</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Menurut Denis McQuail, secara umum kegiatan/proses komunikasi dalam masyarakat berlangsung dalam 6 tingkatan sebagai berikut :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><strong><em><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Komunikasi intra-pribadi (intrapersonal communication</span></em></strong> <span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Yakni proses komunikasi yang terjadi dalam diri seseorang, berupa pengolahan informasi melalui pancaindra dan sistem syaraf.Contoh : berpikir, merenung, menggambar, menulis sesuatu, dll.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><strong><em><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Komunikasi antar-pribadi</span></em></strong> <span style="font-size: 8pt;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Yakni kegiatan komunikasi yang dilakukan secara langsung antara seseorang dengan orang lainnya.</span><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Misalnya percakapan tatap muka, korespondensi, percakapan melalui telepon, dsbnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><strong><em><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Komunikasi dalam kelompok</span></em></strong> <span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Yakni kegiatan komunikasi yang berlangsung di antara suatu kelompok. Pada tingkatan ini, setiap individu yang terlibat masing-masing berkomunikasi sesuai dengan peran dan kedudukannya dalam kelompok. Pesan atau informasi yang disampaikan juga menyangkut kepentingan seluruh anggota kelompok, bukan bersifat pribadi.Misalnya, ngobrol-ngobrol antara ayah, ibu, dan anak dalam keluarga, diskusi guru dan murid di kelas tentang topik bahasan, dsbnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><strong><em><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Komunikasi antar-kelompok/asosiasi</span></em></strong> <span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Yakni kegiatan komunikasi yang berlangsung antara suatu kelompok dengan kelompok lainnya. Jumlah pelaku yang terlibat boleh jadi hanya dua atau beberapa orang, tetapi masing-masing membawa peran dan kedudukannya sebagai wakil dari kelompok/asosiasinya masing-masing.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><strong><em><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Komunikasi Organisasi</span></em></strong> <span style="font-size: 8pt;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Komunikasi organisasi mencakup kegiatan komunikasi dalam suatu organisasi dan komunikasi antar organisasi.</span><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Bedanya dengan komunikasi kelompok adalah bahwa sifat organisasi organisasi lebih formal dan lebih mengutamakan prinsip-prinsip efisiensi dalam melakukan kegiatan komunikasinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><strong><em><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Komunikasi&#160; dengan masyarakat secara luas</span></em></strong> <span style="font-size: 8pt;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Pada tingkatan ini kegiatan komunikasi ditujukan kepada masyarakat luas. Bentuk kegiatan komunikasinya dapat dilakukan melalui dua cara :</span><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Komunikasi massa Yaitu komunikasi melalui media massa seperti radio, surat kabar,&#160; TV, dsbnya.Langsung atau tanpa melalui media massa Misalnya ceramah, atau pidato di lapangan terbuka.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><span style="font-size: 8pt;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Perlu diketahui bahwa topik tentang Komunikasi adalah salah satu perbincangan yang sering diperdebatkan <em>definisinya</em> oleh tidak hanya kaum awam melainkan juga oleh para Ilmuwan</span><span style="font-size: 8pt; font-family: Mangal;" lang="HI" xml:lang="HI">।</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><span style="font-size: 8pt;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">&#160;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><span style="font-size: 8pt;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Berbicara tentang definisi, ada banyak sekali definisi. Bahkan menurut catatan Frank Dance dan Carl Larson, ada 126 definisi komunikasi yang berlainan di tahun 1976. Apalagi sekarang ? Namun dari semua itu tidak ada yang salah ataupun benar mutlak</span><span style="font-size: 8pt; font-family: Mangal;" lang="HI" xml:lang="HI">।</span> <span style="font-size: 8pt;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Seperti juga model atau teori, definisi harus dilihat dari kemanfaatannya untuk menjelaskan fenomena yang didefinisikan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><span style="font-size: 8pt;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">&#160;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><span style="font-size: 8pt;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Definisi tersebut antara lain: komunikasi berasal dari bahasa Inggris <em>communication</em> dan berhubungan dengan bahasa latin <em>communis, communico, communicare</em> yang kesemuanya itu memiliki pengertian <em>“membuat sama (to make common)”.</em> Komunikasi menyatakan bahwa suatu pikiran, makna, atau pesan dianut <em>secara sama</em>. Akan tetapi definisi-definisi kontemporer menyarankan bahwa komunikasi merujuk pada cara <em>berbag</em>i hal-hal tersebut</span><span style="font-size: 8pt; font-family: Mangal;" lang="HI" xml:lang="HI">।</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><span style="font-size: 8pt;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">&#160;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><span style="font-size: 8pt;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Sedangkan menurut ensiklopedia <em>wikipedia.org,</em> Komunikasimemiliki pengertian sebagai “<em>proses sistematik bertukar informasi di antara pihak-pihak, biasanya lewat system simbol</em>”. Dan menurut Carl I. Hovland Komunikasi adalah <em>“proses mengubah perilaku orang (Communication is the process to modify the behavior of other individuals )”</em>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><span style="font-size: 8pt;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Selanjutnya komunikasi juga berkaitan dengan komunitas <em>(Community)</em> atau perkumpulan</span><span style="font-size: 8pt; font-family: Mangal;" lang="HI" xml:lang="HI">।</span> <span style="font-size: 8pt;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Yang juga menekankan pada kebersamaan dan kesamaan. Dimana dalam sebuah komunitas tertentu tentu terbangun karena adanya kesamaan. Entah kesamaan pendapat, agama, bangsa, ataupun tujuan. Dan mereka dapat terus-menerus berjalan bersama karena adanya komunikasi di antara mereka.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><span style="font-size: 8pt;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">&#160;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><span style="font-size: 8pt;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Jadi menurut saya, secara singkat Komunikasi dapat diartikan sebagai <em>usaha manusia untuk berbagi informasi di antara mereka</em>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><span style="font-size: 8pt;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">&#160;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><span style="font-size: 8pt;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Dari paparan di atas tentu sekarang kita memiliki pandangan bagaimana komunikasi itu</span><span style="font-size: 8pt; font-family: Mangal;" lang="HI" xml:lang="HI">।</span> <span style="font-size: 8pt;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Komunikasi merupakan suatu unsur keilmuan yang dapat dipelajari dan termasuk dalam rumpun ilmu sosial terapan. Ruang lingkupnya pun cukup luas karena komunikasi tidak hanya berkutat pada komunikasi lisan (verbal) melainkan masih ada komunikasi non verbal yang mencakup jurnalisme. Dan kesemua itu dapat kita pelajari lewat <em>Ilmu Komunikasi</em></span><span style="font-size: 8pt; font-family: Mangal;" lang="HI" xml:lang="HI">।</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><span style="font-size: 8pt;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">&#160;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><span style="font-size: 8pt;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Bisa diartikan bahwa <em>Ilmu Komunikasi</em> adalah ilmu yang mempelajari berbagai aspek-aspek Komunikasi dan prakteknya. Sedangkan menurut Carl I. Hovland <em>Ilmu Komunikasi</em> adalah Upaya yang sistematis untuk merumuskan secara tegar asas-asas penyampaian informasi serta pembentukan pendapat dan sikap</span><span style="font-size: 8pt; font-family: Mangal;" lang="HI" xml:lang="HI">।</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><span style="font-size: 8pt;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">&#160;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><span style="font-size: 8pt;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Dalam prakteknya hampir tiap hari kita memerlukan Komunikasi</span><span style="font-size: 8pt; font-family: Mangal;" lang="HI" xml:lang="HI">।</span> <span style="font-size: 8pt;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Mulai dari berbicara kepada orang lain, mengirim SMS, mendengarkan dosen menjelaskan materi kuliah, hingga memberi makan hewan piarann merupakan beberapa contoh praktek komunikasi sehari-hari.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><span style="font-size: 8pt;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">&#160;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><span style="font-size: 8pt;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Salah satu bentuk praktek komunikasi yang sangat populer adalah pidato <em>(public speaking)</em>. Dimana seorang pembicara/orator menyampaikan pesan-pesan yang diamanatkan kepadanya lewat lisan. Dengan diutamakan pembicaraan yang disampaikan orator tersebut harus dimengerti oleh pendengar <em>(audience).</em> Bagaimana caranya ? Tentunya dengan bahasa yang dimengerti oleh <em>pendengar,</em> yaitu bahasa setempat. Biasanya praktek <em>public speaking</em> dilakukan di depan khalayak ramai. Dimana seorang orator harus menyampaikan gagasannya dan mengemas sedemikinan rupa agar para pendengar mengerti dan melakukan apa yang diinginkannya <em>(adanya perubahan sikap dan pendapat)</em>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><span style="font-size: 8pt;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">&#160;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><span style="font-size: 8pt;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Demikianlah paparan singkat dari saya mengenai apa dan bagaimana komunikasi itu. Dan dengan mengerti definisi komunikasi kita sebagai mahasiswa <em>Ilmu Komunikasi</em> akan lebih mudah mempelajari materi-materi kuliah yang lebih lanjut. Ibaratnya pondasi awal harus kuat lebih dahulu sebelum membangun dinding, jendela, dan atap.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><span style="font-size: 8pt;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US"><br />
Literature :<br />
<em><a href="http://www.id.wikipedia.org/"><span style="color: windowtext; text-decoration: none;">www.id.wikipedia.org</span></a></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><span style="font-size: 8pt;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Effendy, Onong Uchjana. <em>Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek</em>. Bandung : Remaja Rosdakarya, 1984.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"><span style="font-size: 8pt;" lang="EN-US" xml:lang="EN-US">Mulyana, Deddy. <em>Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar</em>. Bandung : Remaja Rosdakarya, 2000.</span></p>
</div>
<div></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://helmi123456setiawan.blog.com/2008/10/11/dasar-dasar-kuliah-koe/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
